Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Khas, Menikmatinya sambil Dengarkan Gamelan Keraton

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 1 Oktober 2023 | 13:10 WIB

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
 

RADAR JOGJA - Sejumlah kuliner selalu tak ketinggalan saat acara Sekaten. Ini identik setiap even tahunan yang digelar Keraton Jogja dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. Yaitu sega atau sego gurih, yang berjajar di setiap stan kompleks Masjid Gedhe Kauman. 


Atika Sri Hariyati, 53, menceritakan, memburu nasi gurih sekaten selalu dilakukan. Bahkan sejak dirinya masih usia TK hingga saat ini. 
"Kalau sekaten tiap tahun, jadi adanya ya cuma setahun sekali. Karena saya orang Kauman, jadi udah nggak asing lagi dengan sego gurih Sekaten," katanya kepada Radar Jogja Jumat (29/9). 


Ia menjelaskan sego gurih ini memang tidak sepenuhnya khas dari acara Sekaten. Hidangan ini pernah menjadi panganan tradisional setara dengan gudeg. Namun semakin lama nama makanan ini hampir tidak dikenal oleh banyak orang. Hanya segelintir juga yang menjajakan makanan ini. 


Meski sego gurih identik dan hanya ditemui saat ada Sekaten, kuliner ini sejatinya bisa dibuat sendiri. Namun, hal ini tetap berbeda saat memburu nasi gurih Sekaten dengan buatan sendiri, yaitu suasananya. "Karena ada gamelannya gitu. Jadi makan nasi gurih sambil menikmati gamelan," ujarnya. 


Selain karena suasana, nasi gurih Sekaten cukup berbeda dengan buatan tangan sendiri. Apalagi dirinya yang berkeseharian sebagai katering itu. Perbedaan itu soal menu yang disajikan saat Sekaten.  "Karena menunya lebih komplet kalau Sekaten. Untuk nasi gurih kalau bikin sendiri tidak sekomplet kita beli di sekatenan," jelasnya. 


Sehingga, warga Kauman Jogja itu tak luput memburu sego gurih tiap even sekatenan di pelataran Masjid Gedhe.  Satu porsi sego gurih dilengkapi lauk pauk seperti ayam ingkung suwir, telur dadar yang diiris kecil-kecil, udang rese, kacang kedelai hitam, kacang tanah, dan sambal goreng krecek. "Yang beda, ada resenya, ada kacang dele, dan lain-lain ya. Kalau bikin sendiri kan memeng, karena terlalu rumit menyiapkan semua isinya," terangnya. 


Demikian pula ketika membuat kuliner ini sendiri, setidaknya harus ada ayam suwir, telur, kemangi, dan timun. "Ini nggak sekomplet di sekatenan, tapi ya sudah yang penting ada," tambahnya. (wia/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#maulid nabi #SEGO GURIH SEKATEN #Masjid Gedhe Kauman