Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengunjungi Kampung Batik Gemeksekti, Layaknya Giriloyo di Bantul,

Muhammad Hafied • Minggu, 1 Oktober 2023 | 19:00 WIB

 

TRADISI : Warga Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen memproduksi batik secara turun temurun.M HAFIED/RADAR KEBUMEN
TRADISI : Warga Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen memproduksi batik secara turun temurun.M HAFIED/RADAR KEBUMEN

RADAR JOGJA - Jika di Bantul terkenal dengan sentra batik di Giriloyo, Wukirsari, Imogiri di Kebumen juga ada Kampung Batik Gemeksekti.  Perkembangan batik khas Kebumen tidak terlepas dari sentra produksi batik di Desa Gemksekti. Desa ini cukup terkenal sebagai penghasil batik unggulan.


Tak jarang, masyarakat luar mengenal Kampung Batik Gemeksekti menjadi ikon Kabupaten Kebumen. Kekayaan batik menjadi daya tarik utama di desa ini. Oleh karena itu, desa ini rasanya patut jika masuk dalam daftar rekomendasi tempat kunjungan wisata edukasi sekaligus budaya. "Batik itu tinggalan turun temurun. Di sini ada sekitar 130 pengrajin," kata Kepala Desa Gemeksekti Suramin, Jumat (29/9).


Sesuai namanya, Kampung Batik Gemeksekti memiliki daya tarik berupa batik. Kampung di sisi utara Kota Kebumen ini cukup menarik jika ditinjau dari sisi konsep wisata maupun budaya. Sejak lama warga setempat telah berdaya hanya dengan mengandalkan batik. "Banyak anak sekolah datang, belajar sambil ikut membatik. Tujuannya mengenalkan mereka tentang kekayaan bangsa. Kami kenalkan sudut filosofi di balik motif," terangnya.


Kampung Batik Gemeksekti memiliki kelebihan bukan hanya dari sekedar batik. Olah kreasi dan inovasi warga bersama pemerintah desa setempat mampu menghadirkan nuansa baru. Harmoni antara tradisi dan modernisasi dikemas begitu apik. Pola pikir warga belakangan mulai beralih, dari semula hanya bicara produksi batik, namun kini juga mulai membidik sektor wisata. "Pertumbuhan ekonomi bukan dari jualan kain batik aja, tapi ada nilai lain yang bisa diambil," ungkap Suramin.


Kesenian batik bagi warga Desa Gemeksekti memang sudah cukup melegenda. Belum diketahui pasti kapan batik pertama kali diproduksi hingga menjadi bagian dari masyarakat. Pastinya, seni membatik sudah dikenal oleh tiga lintas generasi. "Saya belajar dari ibu saya. Dari gadis sudah ada batik, sampai sekarang saya umur 52 tahun," kata salah satu pengrajin, Kodriyah.


Geliat batik langsung terlihat begitu pertama masuk gapura desa. Sepanjang mata memandang, ruko penjual batik tampak berjejer dipinggir jalan. Setiap ruko memajang berbagai motif batik hasil produksi warga.


Batik khas Gemeksekti memiliki karakteristik tersendiri jika dibandingkan batik daerah lain. Perbedaan paling mencolok terkihat dari segi warna yang cenderung lebih kalem. Yakni, lebih dominan menggunakan warna gelap atau coklat.


Kemudian, corak batik mengutamakan sisi filosofi atau kultur masyarakat Kebumen. Kendati begitu, paling banyak mengusung konsep tentang flora-fauna maupun geometri. "Warna lebih klasik. Kalau batik Pekalongan itu warna ngejreng," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Satria Pradika
#Batik Gemeksekti #giriloyo #Bantul