RADAR JOGJA - Sebagian anak sekolahan, pasti ingin aktif dalam setiap kegiatan. Baik di sekolah maupun di luar sekolah. Entah tujuannya hanya untuk mengisi waktu luang ataupun mencari teman dan pengalaman. Apalagi jika itu berkaitan dengan aksi sosial.
Itulah yang dirasakan Pingkan Putri Amarangana Atmoko. Perempuan kelahiran 15 April 2002 ini memilih berkecimpung di dunia sosial. Yakni dengan bergabung di sebuah forum anak yang disebut Organisasi Bocah Magelang (Obama).
Pada 2015 silam, ia memulai perjalanannya sebagai pejuang hak anak di Kota Magelang. Saat itu, Pingkan tidak tahu-menahu soal organisasi yang sudah ada sejak 2010 itu. Kebetulan budenya menjabat sebagai lurah. “Beliau bilang, ada pembentukan forum anak dan meminta saja ikut. Padahal aku belum ada gambaran soal forum anak itu," ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (15/9/23).
Meski belum mengetahui betul soal seluk-beluk forum anak itu, tapi dia memutuskan untuk bergabung. Beberapa hari setelah ia gabung, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menggelar sebuah kegiatan yang melibatkan forum anak se-Eks Karesidenan Kedu. Ia pun ikut andil untuk menyiapkan kegiatan.
Pingkan yang semula asing dengan forum anak, perlahan mulai mendapat pencerahan. Utamanya soal kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh forum anak Obama. Satu tahun berjalan, ia semakin mengetahui peran dari forum anak. Ia juga mulai aktif mengikuti kegiatan, menggali isu, hingga menyampaikan masukan kepada pemerintah soal anak.
Bahkan, bersama anggota Obama lainnya pernah mendapat satu perlengkapan marching band dari salah satu menteri agar bisa mengisi waktu luang. Betapa terkejutnya mereka saat apa yang diinginkan, bisa diwujudkan. Hal itu, kata dia, menjadi poin tambah bahwa keberadaan forum anak benar-benar difasilitasi.
Hingga sekarang, Pingkan masih aktif di forum anak. Bahkan, ia didapuk sebagai fasilitator forum anak Obama bersama kawan-kawan seangkatannya. Selama ini, sudah banyak kegiatan yang dilakukan. Termasuk mengikuti musyawarah rencana pembangunan (musrenbag) yang diadakan oleh pemkot. Begitu pula dengan kegiatan di kelurahan-kelurahan.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Diponegoro (Undip) ini mengatakan, usulan-usulan yang disampaikan kepada pemkot pun, dapat terealisasi dengan cepat. Di forum ini, juga tidak ada senioritas. Mereka diajarkan respect dan care sesama teman Obama. “Yang paling unggul adalah di iklim organisasinya," terang dia.
Menurutnya, iklim di Obama cenderung nyaman dan sudah dianggap layaknya keluarga. Semua bahu-membahu demi memperjuangkan hak anak yang ada di Kota Magelang. Dari beberapa kegiatan yang dilakukan seperti penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi kepada anak-anak sekolah.
Dari situlah, Pingkan belajar bahwa semua anak harus mendapatkan edukasi sejak dini terkait perlindungan. Sebab, anak adalah aset masa depan bangsa. Dia juga belajar soal isu-isu yang sering terjadi di kalangan anak Indonesia. Seperti kekerasan, eksploitasi, perundungan, hingga pernikahan dini.
Anak-anak sejak SMP, lanjut dia, harus dibekali pengetahuan mendalam soal itu. Termasuk pernikahan dini yang cenderung tinggi. "Aku juga pernah ngasih penyuluhan tentang edukasi seksual. Termasuk batasan yang boleh dan tidak boleh, apa itu pelecehan dan kekerasan seksual, terutama soal bullying," jelas dia.
Pingkan menyebut, anak-anak pun tertarik saat Obama memberikan penyuluhan. Apalagi jika materi itu belum didapatkan dari sekolah. Selain kegiatan yang digagas secara internal, dia dan anggota Obama lain juga kerap dilibatkan pada kegiatan yang digelar pemkot. Seperti perayaan Hari Anak Nasional (HAN).
Di Obama, kata dia, memiliki beragam anggota dengan tujuan yang berbeda-beda. Sehingga keberadaan Pingkan sebagai fasilitator adalah untuk mendampingi dan mengarahkan anggotanya agar lebih berpikir kritis serta tidak mudah terpecah.
Dia berharap, hadirnya Obama dapat berperan untuk mewujudkan Kota Magelang Layak Anak. Termasuk menjadi jembatan agar hak dan kewajiban anak di wilayahnya benar-benar terpenuhi. Dia berharap keinginan dan hak anak dapat dipenuhi oleh pemerintah. “Agar mereka juga menjadi anak yang lebih bermanfaat,"harapnya. (aya/din)
Editor : Satria Pradika