RADAR JOGJA - Melancong ke Purworejo belum lengkap kalau belum mencoba kuliner lezat satu ini. Yakni, sop senerk Mbak Yanti di Jalan Kyai Brengkelan, Kelurahan Purworejo. Tepatnya di seberang Makam Kyai Brengkel.
Warung ini buka setiap hari dari pukul 08.00- 17.00. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp 20 ribu untuk satu porsi sop plus nasi. Bisa pesan nasi terpisah dengan harga Rp 25 ribu. Paling cocok makan dengan ditemani kerupuk dan sambal. Berbeda dengan sop senerk di Magelang, Sop Senerk Mbak Yanti selain dilengkapi daging sapi iga atau tulang buntut, wortel, kacang senerk (kacang merah) dan koyor.
Pemilik warung Rubiyanti mengombinasikan dengan menambah brokoli dan selada air atau kenci. Kalau sop senerk di Magelang, kacang merahnya dimasak bareng atau dicampur. “Kalau saya kacangnya saya rebus sendiri baru, saat dihidangkan, dicampur," katanya.
Saat ditanya resep rahasia masakan lezatnya, Yanti sapaan akrabnya itu hanya menjawab harus berani bumbu. "Kuncinya kendel bumbu, kalau tidak rasanya akan hambar," sebutnya sambil berkelakar.
Diasudah berjualan sop senerk sejak 2009 lalu. Itu artinya sudah jalan 15 tahun ini. Awalnya karena sering makan sop senerk di Magelang jadi iseng-iseng nyoba di Purworejo. Akhirnya bisa berdiri sampai sekarang," kata Yanti sapaan akrabnya.
Sebelum berjualan sop senerk, dia sempat berjualan bakso hingga berjualan sayuran di pasar. Namun, jiwanya jatuh pada pilihan berjualan sop senerk.
Tak ada basic berjualan kuliner, tapi Yanti nekat mencoba dan berlatih, ternyata banyak yang suka. Awalnya buka di Perempatan Kembang (sekitar Jalan KH Ahmad Dahlan) di sana sekitar tujuh bulan. “Kemudian cari tempat yang lebih besar dan bisa buat parkir kendaraan di lokasi sekarang," ungkap wanita asal Wates, DIJ, itu.
Awalnya dia hanya menjual Rp 7.000 per porsi karena harga daging sapi belum mahal seperti sekarang. Dulu harga daging baru Rp 30 ribu - Rp 35 ribu sekarang Rp 100 ribuan. “ulu sama sekarang kan beda ya," ujarnya.
Kini, per hari dia bisa menghabiskan kurang lebih 150 porsi. Pelanggannya pun selain dari luar Purworejo ada yang dari Purwokerto, Magelang, Jogja, Wates, Kebumen, dan sebagainya. Pelanggannya juga dari kalangan biasa hingga pejabat. "Pak bupati (Purworejo) dan istri juga pernah makan di sini, Wakapolres (Purworejo) juga pernah," tandasnya. (han/din)
Editor : Satria Pradika