RADAR JOGJA - Nama Raden Roro Graciella Angelic memang belum banyak dikenal masyarakat luas saat ini. Namun, di kemudian hari bukan hal yang tidak mungkin namanya bisa sejajar dengan Hotman Paris Hutapea ataupun Kamarudin Simanjuntak. Meski sebagai seorang perempuan, Angel tidak pernah memadamkan semangatnya untuk menjadi seorang pengacara.
Menurutnya, pengacara merupakan profesi yang sangat sesuai dengan keinginannya sejak lama. Oleh karena itu, dia selama ini mengupayakan cita-citanya itu menjadi kenyataan. Perempuan berusia 23 tahun itu menceritakan, keinginannya menjadi pengacara sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah SMA. Atas dasar itu lah dia memilih kuliah jurusan hukum di Universitas Atma Jaya.
Padahal sebelumnya, dia diarahkan keluarganya untuk menjadi dokter. Tetapi dia mengurungkan niatnya kuliah kedokteran. Meski belum sah sebagai pengacara, Angel sudah bekerja di Kantor Hukum Duaz n Co Building dan Law Jogja. Dia pun menjabat sebagai kepala kantor.
Dia sering membantu beberapa pengacara di kantor hukum itu dalam menangani beberapa kasus. Saat ini, dirinya sedang sibuk membantu perkara terdakwa Susi Ambarwati yang disangkakan korupsi pembangunan gedung SMPN 1 Wates.
Selain itu, Angel juga merupakan peneliti di Estungkara Riset. "Bikin peraturan wali kota dengan kajian-kajian mendalam di Estungkara Riset," ungkapnya.
Angel juga beberapa kali menangani legalan perusahaan di Jogja. Angel mengaku tidak muluk-muluk jika nanti sudah sah menjadi pengacara. Bahkan dia tidak memimpikan menjadi seorang kuasa hukum kondang seperti Hotman Paris Hutapea. "Aku sebenarnya ingin kerja di Komnas HAM, di bagian perempuan dan anak. Karena biasanya kasusnya sangat memilukan yang dihadapi korban," tuturnya.
Perempuan berkacamata itu juga tidak ingin tergesa-gesa memiliki kantor hukum jika sudah sah menjadi pengacara. Angel akan banyak belajar terlebih dahulu ke beberapa pengacara senior. Menurutnya, rencana membuat kantor hukum itu baru akan direalisasikan ketika usianya sudah menginjak angka kepala tiga.
Sebagai seorang perempuan, Angel dan keluarganya memiliki beberapa ketakutan menjadi seorang pengacara. Menurutnya, seorang pengacara ada yang bercerita ke keluarganya harus sering ganti nomor kontak karena banyaknya mendapat teror dari orang tidak dikenal. "Ketakutanku dan keluargaku sih itu (teror, Red) tetapi puji Tuhan sampa saat ini tidak ada dan lancar saja," ungkapnya. (cr3/eno)