Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Sosok Ida Ratnasari, Modal Nekat, Berhasil Dirikan Usaha Dekorasi Wedding

Naila Nihayah • Senin, 21 Agustus 2023 | 04:22 WIB
ULET: Ida Ratnasari selalu berusaha agar usahanya membuahkan hasil. Meski harus tertatih-tatih, dia tetap melakoninya dengan semangat.
ULET: Ida Ratnasari selalu berusaha agar usahanya membuahkan hasil. Meski harus tertatih-tatih, dia tetap melakoninya dengan semangat.

 

RADAR JOGJA - Merintis sebuah usaha bukanlah hal yang mudah. Pasang surut menjadi sesuatu yang wajar. Apalagi persaingan dunia usaha semakin tak terbatas. Tantangan utamanya adalah perkembangan zaman dan ide cemerlang masing-masing orang. Meski begitu, Ida Ratnasari, 25 tak pantang menyerah untuk mencurahkan seluruh daya dan upayanya.

Terlebih, dia sudah terbiasa mandiri dan melakoni pekerjaan apapun. Termasuk merintis usaha jasa dekorasi wedding maupun lamaran. Padahal, usaha itu berawal dari keisengan semata. Apalagi dia tidak memiliki bakat dalam bidang tersebut. "Awalnya iseng-iseng ngobrol sama teman, pengen punya usaha. Tapi, bingung usaha apa karena nggak ada skill khusus," kata Nana, sapaan akrabnya Jumat (18/8/2023).

Perbincangan itu tiba-tiba mengarah pada lamaran. Lantas, terbesit dalam benaknya agar nanti, saat waktunya tiba, dia ingin menggunakan dekorasi yang diimpikan. Dari situlah, tercetus usaha jasa dekorasi lamaran.

Tanpa melihat peluang dan marketing, Nana nekat terjun di dunia usaha tersebut. Bahkan, dia sendiri tidak tahu-menahu bahwa di sekelilingnya banyak pengusaha dekorasi. "Aku sama sekali nggak ada ilmu, pengalaman, ataupun pengetahuan tentang dekorasi. Itu benar-benar modal nekat. Setelah terjun, ternyata banyak saingannya," sebutnya.

Dengan modal tabungan yang dimiliki sebesar Rp 3 juta-an, dia mulai mencicil pernak-pernik dekorasi. Termasuk melakukan survei harga penyewaan dekorasi. Nana pun belajar secara autodidak dan merangkai sendiri dekorasinya di rumah. Setelah dirasa pas, dia memotret dan mengunggah foto itu di Instagram maupun WhatsApp.

Dari unggahan itu, ada beberapa orang yang mulai menyewa jasa dekorasinya. Setelah ada penyewaan pertama, kedua, hingga ketiga, Nana memperbanyak katalog. Beruntung, hingga saat ini banyak pasangan yang tertarik untuk menyewa jasanya.

Dia menyebut, niat awal memang hanya menyewakan jasa dekorasi lamaran. Yang mana pernak-perniknya tergokong kecil dan bisa diangkut sendiri menggunakan sepeda motornya. Akhirnya, ada beberapa vendor dekorasi wedding yang mengetahui usahanya. Mereka pun mengajak Nana untuk bekerja sama.

“Yang awalnya nyewain dekorasi lamaran aja, sekarang sudah berkembang," jelas perempuan kelahiran 19 April 1998 itu.

Dia bersyukur, jasa penyewaan dekorasinya laris. Baik dekorasi lamaran maupun nikahan. Tapi, kata dia, sejauh ini yang paling laris adalah dekorasi lamaran. Karena merasa sudah memiliki pengalaman, ia memutuskan untuk berdiri sendiri. Tidak bekerja sama dengan vendor lain.

Bahkan, barang keperluan dekorasi perlahan mulai lengkap. Tepatnya pada Januari 2021.Dia pun semakin gencar melakukan beberapa promosi agar jaga penyewaan yang diberi nama Nanas Decoration ini lebih dikenal khalayak umum.

Biasanya, dia dibantu dua orang untuk acara lamaran dan 3-4 orang untuk nikahan. Apalagi sekarang dia membuka jasa hantaran. "Kalau ada yang minta order dekorasi sekalian MUA sama fotografer, nanti dicarikan dengan vendor lain," sebut warga Desa Sewukan, Dukun, Magelang ini.

Selama hampir tiga tahun ini, usahanya tidak semulus yang orang lain lihat. Nana pun menyadari, jika melakoni suatu usaha, pasti ada naik-turunnya. Di awal usaha, memang harus mengeluarkan banyak modal. Terlebih, wedding property harganya mahal-mahal.

Dia mengaku, pernah mendapat pesanan acara nikahan. Alih-alih mendapat keuntungan, dia justru harus merugi. Tak hanya itu, dia juga pernah mendapat pesanan saat pikirannya tengah kalut. Ditambah dengan klien yang agak rewel dan banyak komplain.

"Orangnya banyak komplain ini-itu, terus ya udah akhirnya aku sama sekali nggak dapat sisa pembayaran dekor itu," akunya.

Hal itu, lanjut dia, merupakan bagian dari dinamika menjadi pengusaha. Semua sengkarut itu, dia terima dengan legowo. Bahkan, Nana pernah mendapat tiga pesanan dalam sehari. Dia rela tidak tidur dari pagi sampai pagi demi melayani para kliennya. (aya/eno)

Editor : Heru Pratomo
#instagram #Magelang #dekorasi #wedding