Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Penari Rizka Yuana Putri: Sejak Kecil Senang Joget, Menari Itu seperti Berdoa

Jihan Aron Vahera • Minggu, 6 Agustus 2023 | 17:25 WIB
ANGGUN : Penari Purworejo, Rizka Yuana Putri dalam berbagai pose. Menari sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Ibaratnya, menari itu berdoa.
ANGGUN : Penari Purworejo, Rizka Yuana Putri dalam berbagai pose. Menari sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Ibaratnya, menari itu berdoa.


RADAR JOGJA - Menari itu, proses. Proses pengenalan diri sehingga menemukan jati diri. Sampai bisa memaknai sebuah tari. Jadi ibaratnya, menari itu berdoa.


Hal tersebut dikatakan penari asal Kabupaten Purworejo yakni, Rizka Yuana Putri. Gadis kelahiran Purworejo, 2 Agustus 1998 itu tertarik dengan menari sudah sejak kecil. Hingga kini dia sudah mendirikan sebuah sanggar tari dari hasil jerih payahnya sendiri bernama Sanggar Tari Mardhika.


Rizka sapaan akrabnya itu, hobi menari sudah sejak SD. Dia tertarik dan mulai belajar menari dari sekolah dengan mengikuti ekstrakurikuler menari.
"Dari kecil SD itu kayak sudah mengalir, kalau denger musik itu seneng joget. Jujur, di akademis juga kurang tertarik. Yang menonjol justru di non akademis hingga akhirnya ada inisiatif untuk masuk ke SMKI Jogjakarta," ujarnya kepada Radar Purworejo Jumat (4/8/23).


Mulai dari situ, dia mulai fokus menari terlebih jurusan yang dia ambil adalah seni tari. Menurut penari dengan segudang pengalaman itu, menari itu sulit.


"Menari itu kan step by step. Perjalanan tari saya sampai ke fase ini itu dulu melewati tahap masih hafalan, setelah itu menyamakan irama, kemudian detail gerak, baru ke rasa. Sulitnya itu di rasanya itu dan menurut saya itu yang harus terus dipelajari," kata penari dengan basic tari klasik itu.

Penari Purworejo, Rizka Yuana Putri dalam berbagai pose. Menari sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.
Penari Purworejo, Rizka Yuana Putri dalam berbagai pose. Menari sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.


Pengalaman paling berkesan baginya yaitu saat berada di bangku kuliah di ISI Jogjakarta. Karena, dia berkesempatan mewakili prodinya untuk belajar tari di Flinders University Australia.

"Di sana seru banget. Kami belajar tari balet, mengenalkan tari tradisi kepada anak-anak SD disana, diberi kesempatan menyaksikan pertunjukan, hingga punya pengalaman untuk pentas juga di sana," sebut gadis berambut panjang itu.


Sementara, saat ini dia sibuk berkegiatan di Kabupaten Purworejo dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo. Selain itu, mengisi kegiatan ekstra di sejumlah sekolah dan mengajar di sanggar miliknya.


Dia menyebutkan, Sanggar Tari Mardhika baru berdiri 4 Desember 2022 lalu di daerah Kelurahan Katerban, Kutoarjo. Mendirikan sanggar tari sudah menjadi cita-citanya sejak dulu. Yakni, ingin membuat ruang bagi orang-orang supaya bisa belajar menari. "Dan, ternyata minat tari di Kabupaten Purworejo itu sangat banyak," ungkap dia.

Penari Purworejo, Rizka Yuana Putri dalam berbagai pose. Menari sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.
Penari Purworejo, Rizka Yuana Putri dalam berbagai pose. Menari sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.


Meski baru, siswanya sudah sekitar 100 orang yang terdiri dari lintas generasi. Yaitu, mulai anak-anak hingga dewasa. Sanggar tersebut buka setiap hari, tetapi untuk kelas buka setiap Senin, Kamis, Jumat, dan Sabtu.

"Di sanggar buka kelasnya tari klasik Jogja dan Surakarta. Untuk materi anak-anak adalahgerak dan lagu, SMP dan SMA tari klasik, kalau dewasa tari kreasi dan dolakak," katanya. (han/bah)

Editor : Satria Pradika
#ISI Jogjakarta #tari #Sanggar Tari Mardhika