Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siapkan Masakan Nusantara hingga Menu Favorit

Editor Content • Sabtu, 9 April 2022 | 14:54 WIB
Photo
Photo
 

RADAR JOGJA - Bulan suci Ramadan tak lepas dari takjil, hidangan berbuka puasa. Menariknya, bak berlomba, berbagai varian menu takjil disajikan untuk menjamu perut setelah seharian berpuasa. Tak hanya di kalangan pedagang, tetapi juga masjid-masjid yang menyediakan menu takjil bagi jamaahnya.

Di Masjid Pathuk Negoro Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman, misalnya. Tradisi berbuka puasa diawali dengan hidangan takjil berupa kolak. Ada pisang dicampur degan, kolang-kaling, pandan, roti tawar, kayu manis, cengkih, gula aren dan sebagainya.

“Rasanya khas, seger gurih, asin manis. Yang masak bapak-bapak takmir masjid,” ungkap Kamaludin Purnomo, takmir Masjid Pathok Negoro Ploso Kuning kepada Radar Jogja Jumat (8/4).

Photo
Photo
Kamaludin Purnomo, Takmir Masjid Pathok Negoro Ploso Kuning

Biasanya, dimasak setelah waktu asar. Dimasak dengan menggunakan panci jumbo, muat 100 porsi. Meskipun sekadar memasak kolak, ada pemandunya, tiga orang. Mereka juga bagian takmir masjid, dari tahun ke tahun dipercaya sebagai koki kolak. “Andalan kami. Dibantu teman-teman lainnya,” kata pria yang akrab disapa Kamal ini.

Kolak dimasak dekat masjid. Saat berbuka puasa, dibagikan menggunakan mangkok kecil. “Disruput panas-panas, seger,” bebernya. Untuk makanan berat, disusul nasi box dengan beragam menu makanan. Nasi kotak ini merupakan takjil giliran oleh warga setempat.

Lain halnya di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Rizal Mustansyir mengatakan, menu takjil di masjid ini tidak lepas dari masakan Nusantara. Kendati begitu, yang kerap diajukan permintaan sekaligus menu andalan, tiap tahunnya selalu ada, yakni, ayam goreng dan ayam bakar, kadang pula bandeng. “Kami mengikuti selera anak-anak lah ya. Tetapi memang setiap hari berganti-ganti, tetapi yang paling difavoritkan itu,” sebut Rizal.

Dalam menyiapkan menu takjil ini, pihaknya bekerjasama dengan jasa boga. Tetapi untuk pengajuan menunya dilakukan oleh musyawarah bersama pengelola masjid, baik dari mahasiswa maupun pengelolaan masjid.
Adapun menu-menu Nusantara yang disiapkan, antara lain, rendang daging, ca sawi, ayam rica, sop sayur, ayam serundeng, gudeg areh tempe krecek, lontong opor, empal gentong komplet, tempe goreng, bakmi jawa, dan lainnya. “Setiap hari menunya berbeda,” kata Rizal.

Hari itu misalnya. Menunya ayam rica kuning. Saban dina tersedia kurang lebih 600 porsi. Sebanyak 500 porsi untuk pengunjung, 100 porsi untuk panitia. Menu takjil setiap hari sudah dijadwalkan hingga pungkas Ramadan. “Selain sebagai bentuk sedekah dan amal jariyah, diharapkan mampu menangkap cita rasa kuliner Nusantara,” bebernya.

Menu takjil ini akan dibagikan melalui kupon dan terbungkus rapi. Dinikmati di rumah, untuk menegakkan protokol kesehatan. “Biasanya kami bagikan ke mereka yang melakukan kajian sore. Untuk mahasiswa dan umum pascaberbuka puasa,” tutur Rizal. (mel/laz) Editor : Editor Content
#takjil #lifestyle #ramadan