Berdiri pada 1927, Tegel Kunci menjadi bagian perjalanan dari identitas arsitektural di Indonesia. “Awal mula didirikan oleh dua orang Belanda di Jogja, dulu pabriknya berada di Pathuk,” kata Kirana Karang, 27, Marketing and Project Manager Tegel kunci saat ditemui di kantornya, Pakuningratan, Kota Jogja (10/3).
Bersamaan kondisi situasi politik di Indonesia, Tegel Kunci telah melalui sejarah yang panjang. Bahkan pada 1973-1997 sempat mengalami masa surut karena industri keramik dan kurangnya inovasi. Kirana menceritakan, pada era 70-an, industri keramik sedang naik dan diminati masyarakat. Keramik lebih berbiaya murah dan lebih cepat diproduksi oleh mesin.
Hal itu berbeda dengan tegel yang sampai sekarang masih dibuat secara handmade. Ia kemudian mengatakan industri tegel perlahan mulai bangkit di tahun 90-an, ketika orang tuanya mulai merivitalisasi pabrik, sekaligus menggeliatkan kembali industri tegel.
Saat ini, industri tegel kembali diminati oleh masyarakat. Tegel kini bukan hanya untuk proyek restorasi bangunan lama, tapi juga digunakan di berbagai tempat. “Sekarang banyak orang yang sudah mulai menggunakan. Resort, hotel, juga ada beberapa klien untuk keperluan pribadi,” ujar Kirana.
Ia mengatakan tegel dilihat sebagai suatu karya seni. Pembuatannya yang handmade menjadikan ada garis-garis tidak presisi, yang justru membedakan antara tegel yang satu dengan lainnya. “Efek warna dan desain di ubin menjadi karakteristik, terutama Tegel Kunci yang menggunakan warna pigmen natural. Ada nuansa dramatis, warna tebal dan tipis,” tambahnya.
Desain yang disukai pembeli berbeda-beda, tergantung selera dan kemauan. Klien dari Tegel Kunci pun bukan hanya menjangkau pasar di Indonesia, tetapi juga sampai ke mancanegara. Seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Australia, dan India. Ada sekitar 750 desain dan 49 warna yang kini ditawarkan, padahal awalnya hanya 24 desain dan 12 warna.
Secara garis besar ada tiga jenis tegel yang diproduksi, yaitu tegel polos, tegel motif, dan tegel tekstur. Harga bervariasi, tergantung jenis tegel, ukuran, dan pewarnaannya. Tegel polos dengan warna standar (STD) misalnya, untuk ukuran 20x20 cm dihargai Rp 190.000 per meter persegi.
Berkaca dari masa lalu, Tegel Kunci kini memunculkan ide baru melalui Kunci Kreative. “Kami ingin menghadirkan jiwa Tegel Kunci ke rumah orang tanpa melulu harus dengan ubin,” kata Kirana.
Kini, berbagai motif yang dulunya ditemukan pada ubin dapat beralih ke beberapa produk. Ia menyebut seperti selimut, sarung bantal, tas, dan lain sebagainya. (cr5/laz) Editor : Editor Content