Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Obwis Kali Ngalang Napak Tilas Jejak Fauna Purba

Editor Content • Minggu, 12 Desember 2021 | 15:18 WIB
EDUKASI - Sejumlah mahasiswa melakukan penelitian di Situs Kali Ngalang, Padukuhan Plosodoyong, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari (3/12)
EDUKASI - Sejumlah mahasiswa melakukan penelitian di Situs Kali Ngalang, Padukuhan Plosodoyong, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari (3/12)
RADAR JOGJA - Sebagai kawasan Geopark Gunung Sewu, Gunungkidul memiliki banyak geosite atau jejak rekaman penting tentang sejarah bumi. Salah satunya di bawah jembatan Sungai Ngalang, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari. Dasar sungai terjadi proses bioturbasi atau jejak aktivitas fauna purba terutama cacing. Saat kemarau, sungai kering dan jejak cacing purba terlihat jelas.

Dalam perkembangannya, situs ini menjadi tujuan belajar siswa sekolah hingga akademisi perguruan tinggi. Di tepi jalan dekat jembatan, terdapat papan informasi yang menerangkan keberadaan situs geopark atau geosite. Jejak fauna masa lampau masih bisa dilihat dan disentuh ketika air surut.

Seorang warga setempat Yuniarti mengatakan, bagi pecinta alam dan sejarah kebumian situs Kali Ngalang sangat layak dikunjungi. Konsep wisata edukasi paling tepat untuk dikembangkan. Maka tidak heran dalam satu waktu rombongan mahasiswa datang dan melakukan penelitian. "Mereka belajar di alam terbuka," kata Yuniarti.

Photo
Photo


Tak hanya fosil cacing purba, banyak struktur batuan di sana yang bisa jadi bahan belajar geologi. Struktur batuan di Kali Ngalang cukup lengkap. Seperti sedimen bergelombang, paralel, laminasi. Dulunya memang ada laut dangkal dan juga laut dalam di Sungai Ngalang.

Lurah Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kaderi, mengaku senang dengan pengembangan wisata edukasi di situs Ngalang. Kalurahan sudah membuat kelompok sadar wisata yang berlokasi di Padukuhan Plosodoyong.
“Kami berharap destinasi wisata ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap roda perekonomian masyarakat sekitar," kata Kaderi.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, pengembangan situs Kali Ngalang dimulai sejak 2012 seiring dengan usulan Geopark Gunungsewu sebagai UNESCO Global Geopark.
"Situs Kali Ngalang dikembangkan menjadi wisata edukasi atau pendidikan," kata Harry Sukmono.

Menurutnya, pengunjung juga bisa menjumpai batuan berwarna hitam sebagai bagian dari tubuh Gunung Api Purba Nglanggeran yang terpisah dari badan utamanya karena mengalami proses erosi dalam waktu sangat lama.
"Formasi tersebut terbentuk karena adanya sedimentasi peletusan Gunung Api Purba Nglanggeran pada 16 juta tahun silam," kata Harry Sukmono.

Proses geologi inilah yang menarik dan ditetapkan salah satu dari 20 warisan geologi di DIJ melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 13.K/HK.1/MEM.G/2021 tentang Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) Daerah Istimewa Jogjakarta. (gun/bah) Editor : Editor Content
#oldies #Obwis Kali Ngalang #Gunungkidul