Semakin berkembangnya teknologi, membuat siapa pun akan memanfaatkan peluang untuk meraup untung lewat kompetisi dari berbagai sumber. Seperti Muhammad Abdul Bar yang berinisiasi mengikuti lomba desain logo tingkat internasional.
Abdul, sapaan akrabnya, semula hanya berprofesi menjadi sopir bus malam. Karena desakan kebutuhan ekonomi yang makin banyak, ia banting stir membuat desain logo dan mengikuti ajang bertaraf internasional, 99Designs.
99Designs merupakan salah satu website yang menyediakan informasi kontes desain grafis. Abdul menyebutkan, tidak hanya logo saja, melainkan ada art & illustration, packaging & label, book & magazine, serta clothing & merchandise.
Menurutnya, 99Designs merupakan penerima jasa pembuatan desain secara offline. Lantaran pemesan desain membeludak, 99Designs juga membuka website. Website yang dikelola oleh Amerika itu membagikan infomasi kontes desain dari berbagai perusahaan di seluruh dunia. “Karena pemesan logonya banyak, akhirnya mereka berinisiatif untuk disayembarakan secara online,” jelasnya saat ditemui di Kali Abu, Salaman, Kabupaten Magelang.
Ia mengaku sudah mengikuti kontes tersebut sejak 2010. Abdul yang masih berprofesi sebagai sopir bus malam, ketika waktunya lengang akan mempelajari seluk beluk desain logo hingga aplikasi yang digunakan. “Dulu, setahu saya, logo itu seperti logo Nike,” kenangnya.
Tapi, lambat laun, ia paham mengenai logo. Abdul membaca artikel tentang desain dan ada petunjuk untuk mengikuti lomba. Akhirnya, ia mencoba ikut. “Prosesnya juga tidak sebentar,” ungkapnya.
Hingga akhirnya ia dapat memanen untung dari 99Designs tersebut. Orang-orang di sekitarnya mulai tahu dan banyak yang tertarik. Mereka belajar dan berdiskusi bersama.
Kampung yang dulunya terkenal sebagai kampung preman, dalam sekejap berubah menjadi kampung yang produktif. Orang-orang menyebutnya kampung desain logo.
Dari website itulah orang-orang memanfaatkan peluang dengan mengikuti kontes. Menurut Abdul, dulunya peminat kontes terbilang sedikit. Alasannya, pengguna internet saat itu masih jarang. Sekarang, semua orang dapat menjangkau. “Sekarang saingannya banyak, dari seluruh dunia,” tandas Abdul.
Ia menjelaskan, sebelum mengikuti kontes tersebut harus mempunyai akun 99Designs terlebih dahulu. 99Designs pun punya standar kualitas yang wajib dipenuhi oleh kontestan. Peraturannya juga terbilang ketat. Jadi, para kontestan harus benar-benar memahami dan menaati peraturan yang telah ditetapkan.
Saat mengikuti kontes, penyelenggara biasanya telah memberikan uraian dan kriteria logo yang diinginkan. Para kontestan diharuskan mempelajarinya. “Kita baca terlebih dahulu, baru menggali idenya. Dan setiap orang, pasti punya ide yang berbeda,” ujarnya.
Dengan banyaknya ide tersebut, pemesan hanya tinggal memilih logo yang dianggap sesuai kriterianya. “Biasanya diberi alasan pengajuan logo itu. Mulai dari lambang, warna, hingga filosofinya," jelasnya.
Untuk mendapatkan juara, harus dilalui dengan persaingan yang sangat ketat. Dulunya tidak ada babak penyisihan. Sekarang berbeda. 99Designs akan menyortir beberapa logo yang dianggap sesuai dan akan diambil satu pemenang.
Saat kali pertama mengikuti kontes itu, Abdul hanya bersaing dengan puluhan orang. Sekarang bisa mencapai ribuan. “Semakin banyak peminatnya, semakin tipis harapan untuk memenangkan kontes. Jadi harus semakin gigih juga,” tandasnya.
Abdul menyebutkan, untuk memenangkan kontes itu ia harus mengirim antara 20-50 desain logo. Dan setiap bulan, ia pasti akan mengikutinya dan selalu mendapatkan juara. Baik sekali maupun dua kali.
Eksekusinya pun tidak lama. Satu desain logo, Abdul menghabiskan waktu antara 2-3 jam. Menurutnya, yang lama adalah mencari ide. “Bisa sampai 2 atau 3 hari. Selebihnya mengembangkan idenya,” katanya.
Pandemi nyatanya juga membawa dampak bagi kontes desain di 99Designs. Abdul menjelaskan, dulu ada lebih dari 1.000 perusahaan yang memesan desain logo. Sekarang hanya sekitar 700 perusahaan. “Tidak masalah, masih bisa tetap dilewati,” tuturnya.
Hadiahnya pun sangat beragam. Tergantung dari penyelenggara kontes dan tingkatan pemenangnya. “Untuk lomba desain logo, hadiahnya antara 200 - 1.299, dolar,” ungkapnya.
Menariknya, hadiah tersebut tidak dipotong pajak dan seluruhnya akan diterima oleh pemenang. Oleh karena itulah 99Designs banyak diburu para pencari dolar.
Hadiah itu akan masuk dalam rekening PayPal. Yang mana telah ditentukan nilai minimal uang yang dapat diambil. Membuat rekening itu juga tidak mudah. “Dulu minimal 50 dolar. Sekarang, 25 dolar sudah bisa diambil,” sebut Abdul.
Abdul mengatakan, perolehan tertingginya senilai 1.000 dolar dan yang terendah 200 dolar. Ia menceritakan pada 2012 lalu pemerintah pusat sempat dihebohkan dengan penarikan PayPal sebesar Rp 6 miliar.
“Karena sekarang masing-masing orang sudah punya PayPal, jadi tidak bisa memantau jumlah pendapatan yang masuk tiap bulannya,” tandasnya.
Tak jarang perusahaan Indonesia pun ikut memesan logo di 99Designs. Hal ini menandakan ajang desain logo ini memang dipercaya melahirkan hasil logo-logo yang berkualitas. (cr1/laz) Editor : Editor Content