Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Soroti Keputusan dan Kinerja Wasit, Nilai Terlalu Mudah Berikan Kartu ke Pemain

Fahmi Fahriza • Selasa, 25 November 2025 | 00:56 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel kembali menyoroti kinerja perangkat pertandingan dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Dalam tahun pertamanya melatih di Indonesia, juru taktik asal Belanda itu mengaku masih melakukan banyak penyesuaian.

Mulai pola perjalanan tandang, kondisi lapangan, hingga keputusan-keputusan wasit di lapangan.

Hal itu kembali mencuat setelah PSIM meraih kemenangan 1-0 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (22/11/2025).

Meski puas dengan tiga poin, Van Gastel mencatat satu hal yang menurutnya perlu dievaluasi, yakni terlalu mudahnya wasit mengeluarkan kartu kuning kepada pemain.

Dalam laga itu, total lima pemain PSIM mendapat kartu kuning, masing-masing Anton Fase, Ze Valente, Deri Corfe, Yusaku Yamadera, dan Rio Hardiawan.

Sementara dari kubu Bhayangkara FC, tiga pemain diganjar kartu kuning yakni Moises Wolschick, Muhammad Ferarri, dan Sani Rizki.

Menanggapi situasi itu, Van Gastel menilai jumlah kartu yang keluar terlalu banyak dan tidak mencerminkan intensitas pertandingan.

"Jadi kami mendapat lima kartu kuning dan mereka (Bhayangkara) tiga. Saya rasa itu bukan pertandingan untuk delapan kartu kuning," katanya Senin (24/11/2025).

Mantan pelatih NAC Breda itu menilai, keputusan wasit tampak berlebihan dan perlu menjadi perhatian agar tidak memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan.

"Semakin lama bekerja di Indonesia, semakin gila kartu kuningnya. Saya rasa ini harus ditanyakan kepada wasit," lanjutnya.

Baca Juga: Pesawat Tempur Rafale Gelombang Pertama Dijadwalkan Tiba di Indonesia Awal Tahun

Untuk diketahui, bukan kali pertama Van Gastel mengomentari keputusan wasit. Sebelumnya ia juga menyayangkan kartu merah yang diterima pemain PSIM Ezequiel Vidal pada laga kontra Persik Kediri, Jumat (31/10/2025).

Vidal diganjar dua kartu kuning beruntun yang berujung pengusiran dari lapangan.

Menurut Van Gastel, kartu pertama yang diterima Vidal dinilai tidak tepat karena kontak fisik yang terjadi sangat minim. "Menurut saya kartu kuning kedua itu benar. Dan kartu kuning pertama itu benar-benar konyol," ujar Van Gastel.

Ia juga menyayangkan tidak adanya intervensi atau peninjauan lebih lanjut melalui Video Assistant Referee (VAR), dalam momen itu. "Saya pikir bagian VAR yang memeriksa.

Dia sedang makan malam saat itu, karena saya tidak tahu apa yang mereka lihat," terangnya.

Setelah meninjau ulang rekaman pertandingan, Van Gastel berpendapat justru pemain lawan yang melakukan pelanggaran terhadap Vidal. "Karena Pulga Vidal tidak terlibat.

Dialah yang dilanggar. Jadi, bagi saya, kartu kuning pertama itu benar-benar konyol," sesalnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#ezequiel vidal #VAR (video assistant referee) #psim jogjakarta #Pelatih PSIM #kartu #stadion sultan agung #NAC Breda #PSIM #sani rizki #Stadion Sultan Agung (SSA) #kinerja wasit #Moises Wolschick #anton fase #Yusaku Yamadera #var #stadion sultan agung bantul #Sport #Ze Valente #Brajamusti #Laskar Mataram #Deri Corfe #Jean Paul van Gastel #psim yogyakarta #stadion sultan agung Jogjakarta #Video Assistant Referee (VAR) #video assistant referee #Olahraga #muhammad ferarri #the maident #kompetisi BRI Super League 2025 #Rio Hardiawan #PSIM Jogja