Mitos Gunung Merapi: Empu Rama dan Empu Pamadi, Kisah Awal Mula Gunung Merapi Berdiri di Tengah Jawa

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Ilustrasi Empu Rama dan Empu Pamadi. (AI Generation)
Ilustrasi Empu Rama dan Empu Pamadi. (AI Generation)

 


RADAR JOGJA - Menurut legenda yang beredar turun-temurun, dahulu kala tempat berdirinya Merapi bukanlah gunung, melainkan hany hutan lebat biasa.

Di tengah hutan itu, tinggal dua orang empu sakti pembuat keris, Empu Rama dan Empu Pamadi.

Keduanya punya keahlian luar biasa, mampu menempa besi panas hanya dengan tangan kosong.

Di selatan hutan tempat tinggal mereka, berdiri sebuah gunung bernama Gunung Jamurdipa.

Baca Juga: Kabupaten Magelnag Punya Lereng Gunung dan Hutan, mulai Antisipasi Kekeringan-Karhutla

Posisi gunung ini dipercaya membuat Pulau Jawa condong ke arah selatan, sehingga berisiko tenggelam.

Batara Narada dan Dewa Penyarikan pun turun dari langit untuk menyelidiki, lalu melaporkannya kepada Batara Guru.

Setelah mendengar laporan itu, Batara Guru memutuskan Gunung Jamurdipa harus dipindahkan ke tengah pulau.

Tepatnya ke hutan tempat kedua empu itu tinggal, demi mencegah Jawa tenggelam.

Baca Juga: Pangkas Waktu Hingga Setengah Jam, Jembatan Sesek Temben Hadir Kembali Dengan Panjang 160 Meter


Kedua utusan pun mendatangi Empu Rama dan Empu Pamadi untuk menyampaikan rencana ini.

Tapi keduanya menolak keras.

Alasannya karena perpindahan itu dikhawatirkan akan mengganggu kualitas keris-keris sakti yang mereka buat.

Penolakan ini berujung pada pertarungan sengit antara kedua empu melawan utusan kahyangan.

Anehnya, meski bertarung habis-habisan, tidak ada pihak yang berhasil mengalahkan yang lain.

Baca Juga: Kembali dari Jakarta, Gelandang Baru PSS Sleman Hanif Sjahbandi Masih Jalani Proses Pemulihan

Karena jalan damai tidak membuahkan hasil, Batara Guru akhirnya memerintahkan pemindahan paksa.

Gunung Jamurdipa tetap diangkut dari selatan menuju hutan tempat kedua empu tinggal tanpa persetujuan mereka.

Saat gunung itu dilepaskan dan jatuh ke tempat barunya, nasib tragis menimpa Empu Rama dan Empu Pamadi.

Mereka tertimpa langsung oleh gunung yang mereka tolak kehadirannya.

Sejak saat itu, Gunung Jamurdipa menetap di tengah Pulau Jawa. Berganti nama menjadi Gunung Merapi.

Baca Juga: Laga Perdana PSIM Jogja di Super League Bertepatan HUT ke-97, Manajemen Siapkan Experience Khusus

Konon asap putih yang terus mengepul dari puncaknya bukan sekadar aktivitas vulkanik biasa.

Dipercaya berasal dari tungku perapian milik kedua empu yang masih menyala, bahkan setelah mereka tiada.

Dari legenda inilah, banyak kepercayaan lain soal Merapi bermula.

Warga sekitar meyakini ada aturan tak tertulis yang wajib dipatuhi siapa pun yang memasuki kawasan ini.

Yaitu larangan menebang pohon sembarangan, larangan merusak lingkungan, bahkan larangan mengucap kata-kata kotor atau berbuat maksiat.



Editor : Meitika Candra Lantiva
Mitos Gunung Merapi Empu Rama Empu Pamadi Kisah Awal Mula Gunung Merapi Gunung Merapi