Di balik riuk pikuk kendaraan yang melintas di persimpangan Flyover Jombor, Sleman, Yogyakarta, tersimpan sebuah situs spiritual yang memancarkan daya tarik mistis sekaligus historis bagi warga setempat.
Kompleks makam keramat yang diyakini sebagai peristirahatan terakhir Kyai Jombor—sosok leluhur pembuka wilayah tersebut—menjadi pusat perbincangan hangat ketika proyek pembangunan jalan layang modern mulai direalisasikan.
Beredar narasi tutur tinular di tengah masyarakat bahwa punden tua ini memancarkan aura magis yang tak terkalahkan. Konon, saat proyek berlangsung, alat-alat berat kerap mengalami gangguan mendadak dan proses relokasi makam menemui berbagai kendala karena restu gaib yang belum tercurah.
Baca Juga: Biaya Perantara Sebesar Rp 47 M Lampaui Harga Tanah, Ahli Sebut Ada Indikasi Fraud
Keberadaan kisah-kisah supranatural inilah yang kemudian dipercayai memengaruhi rekayasa tata ruang jalan layang, sehingga arsitektur beton flyover tampak mengitari dan memberi ruang khusus demi menjaga keutuhan situs tersebut.
Bagi warga lokal maupun para pengguna jalan yang melintas, keberadaan makam di bawah megahnya konstruksi jalan modern ini menghadirkan suasana tersendiri.
Mitos mengenai penampakan hingga alur lalu lintas gaib kerap menyelimuti kawasan ini saat malam tiba, menambah tebal selubung misteri yang menyertainya.
Pada akhirnya, Makam Jombor bukan sekadar gundukan tanah kuno di tepi jalan raya.
Keberadaannya menjadi simbol unik di Yogyakarta tentang bagaimana modernisasi infrastruktur dan penghormatan terhadap sejarah, tradisi lokal, serta batas-batas yang tak kasat mata dapat berdampingan di satu ruang yang sama.
Editor : Bahana.