Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kampus Terbengkalai di Parangtritis Jogja, Dari Pusat Ilmu Ekonomi Jadi Lokasi Angker

Magang Radar Jogja • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 00:18 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Di tepi Jalan Parangtritis, berdiri megah sebuah bangunan tua empat lantai yang kini tampak sunyi.

Dulunya, gedung ini adalah kampus STIEKERS (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerjasama Yogyakarta), tempat ribuan mahasiswa menimba ilmu manajemen dan ekonomi.

Namun kini, kampus yang pernah ramai itu berubah menjadi bangunan kosong yang memunculkan berbagai cerita misteri di kalangan warga sekitar.

Di masa jayanya, STIEKERS dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dengan lingkungan luas dan fasilitas lengkap.

Mahasiswa datang dari berbagai daerah untuk belajar di kampus ini.

Aktivitas akademik berlangsung padat, apalagi di kampus pusat yang berdiri di kawasan Parangtritis. Namun, semua berubah setelah gempa bumi tahun 2006 mengguncang Yogyakarta.

Guncangan hebat itu menyebabkan kerusakan parah pada gedung utama, terutama bangunan empat lantai yang menjadi ikon kampus.

Struktur gedung miring dan retak di banyak bagian, sehingga dinyatakan tidak layak digunakan.

Sejak saat itu, kegiatan perkuliahan dipindahkan ke lokasi sementara, sebelum akhirnya aktivitas kampus benar-benar berhenti.

Sempat ada upaya untuk menghidupkan kembali STIEKERS beberapa tahun kemudian.

Kampus ini dikabarkan membuka kembali kegiatan akademik secara terbatas, namun usaha tersebut tak berlangsung lama.

Pada tahun 2016, kampus ini resmi dinyatakan gagal beroperasi. Seiring berjalannya waktu, sengketa terkait aset-aset kampus muncul dan belum terselesaikan hingga kini.

Kini, bekas kampus STIEKERS itu menjadi saksi bisu perubahan waktu.

Di balik tembok yang retak dan cat pudar, tersimpan kenangan tentang masa ketika gedung itu menjadi pusat semangat belajar dan cita-cita mahasiswa.

Sebagian warga berharap lahan itu kelak bisa dimanfaatkan kembali, agar kisah kelam kampus yang pernah berjaya ini tak hanya tinggal legenda urban di selatan Jogja.

Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh

Editor : Bahana.
#STIEKers #Yogyakarta #urban legend yogyakarta