RADAR JOGJA - Secara umum, mitos kerap dihubungkan dengan sesuatu yang kuno dan tidak masuk akal, namun masih banyak dipercaya masyarakat.
Fungsi mitos sendiri setara dengan fungsi simbol, ritus, atau ucapan, yang menunjukkan kesadaran akan situasi tertentu di dalam kosmos dan mengakibatkan sikap metafisis tertentu.
Berikut beberapa mitos yang masih kerap didengar di tengah masyarakat Indonesia.
1. Duduk di depan atau di tengah pintu bikin sulit dapat jodoh
Sebagian besar orang Jawa percaya bahwa duduk di depan atau di tengah pintu, terutama jika itu perempuan, bisa menyebabkan sulit mendapatkan jodoh.
Namun, sebenarnya alasan di balik mitos itu muncul untuk mengajarkan sopan santun karena secara tidak langsung duduk di depan atau di tengah pintu bisa menghalangi akses orang yang hendak keluar masuk rumah atau ruangan.
2. Tidak boleh keluar rumah saat maghrib karena bisa diculik wewe gombel
Sudah tidak asing lagi di telinga soal mitos ‘ojo metu omah pas maghrib, mengko digowo wewe gombel’.
Artinya, jangan keluar rumah pada saat maghrib/petang karena bisa diculik wewe gombel.
Hal ini mengingatkan anak-anak agar tidak keluar rumah saat waktu maghrib dan pulang ke rumah sebelum petang.
Meski sebuah mitos, namun ini merupakan bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya untuk tidak meninggalkan rumah pada malam hari agar tidak ada suatu kejadian yang tidak diinginkan.
3. Bersiul malam hari bisa memanggil setan atau makhluk halus
Bersiul malam hari bisa memanggil setan atau makhluk halus, terutama bersiul di tempat yang dianggap angker atau berhantu.
Namun, alasan yang lebih realistis dari larangan bersiul di malam hari yaitu bisa mengganggu keluarga atau bahkan tetangga yang sedang beristirahat karena umumnya manusia istirahat di malam hari.
4. Menabrak kucing bisa mendatangkan sial
Mitos menabrak kucing ini adalah kepercayaan yang mengatakan bahwa setelah menabrak kucing pelakunya akan mendapat kesialan atau musibah.
Alasan tersebut, bukan lain hanya untuk sekadar mengingatkan.
Jika menabrak kucing hingga mati, sebaiknya segera mengubur bangkainya sebagai bentuk tanggung jawab agar tidak mengganggu akses jalan orang lain.
5. Duduk di atas bantal bisa bisulan
Mitos ini untuk mengingatkan bahwa kegunaan bantal adalah untuk kepala.
Jadi seseorang yang duduk di atas bantal yang biasanya dijadikan alas kepala saat tidur, memberikan kesan tidak sopan.
Terlepas dari kebenarannya, mitos ini tetap menjadi bagian dari warisan budaya.
Meski hanya mitos, namun tidak ada salahnya untuk menghormatinya.
Jika diambil dari sisi realistis pun, mitos yang ada juga tidak semuanya salah. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva