RADAR JOGJA - Hantu Aden-Aden merupakan sebuah nama yang kerap disebut dalam dongeng-dongeng masyarakat Sunda.
Hantu ini memiliki ciri khas yang begitu unik dan berbeda dari hantu pada umumnya. Aden-Aden dikenal sebagai sosok hantu berwajah rata, tanpa mata, hidung, maupun mulut.
Penampakannya yang polos dan datar sering kali membuatnya terlihat menakutkan, namun juga jenaka dalam satu waktu.
Hal ini menjadikan sosok Aden-aden masuk menjadi salah satu tokoh mistis yang menarik perhatian dalam kisah-kisah rakyat.
Salah satu ciri paling ikonis dari Aden-Aden adalah wajahnya yang sepenuhnya rata. Tak ada lekuk mata, tak ada hidung yang menonjol, dan tak ada mulut yang terbuka.
Mukanya benar-benar polos, bak kanvas kosong. Namun, yang membuat sosok ini semakin menarik adalah "profesi" yang sering disematkan padanya.
Aden-Aden bisa muncul sebagai tukang sate yang diam-diam menunduk sambil melayani pembeli, perempuan kesepian di pinggir jalan, atau bahkan orang yang tampak tersesat lalu bertanya arah jalan.
Penampilannya yang berbeda ini sering membuat siapa pun yang berpapasan dengannya merasa bingung, bahkan terkejut.
Dalam berbagai cerita yang beredar di masyarakat Sunda, Aden-Aden tidak dikenal sebagai hantu yang jahat. Justru, penampilannya yang seram sering kali bertentangan dengan sifatnya yang cenderung konyol.
Aden-Aden kerap kali terlihat mengenakan pakaian tradisional hitam bernama pangsi, menambah kesan misterius dalam setiap kemunculannya. Namun, di balik itu semua, ada sisi lain yang jenaka dari sosok ini.
Kejenakaan Aden-Aden sering kali terlihat ketika ia berpapasan dengan manusia. Meski seharusnya menjadi sosok yang menakutkan, terkadang ia justru terlihat kaget dengan pertemuan tak terduga tersebut.
Bahkan, dalam beberapa cerita, Aden-Aden dikisahkan bisa berteriak atau terjatuh karena refleks kagetnya sendiri.
Tak jarang, ia bahkan lari terbirit-birit atau terperosok ke tempat lain setelah berhadapan dengan manusia, menciptakan momen lucu di tengah-tengah suasana mistis.
Salah satu modus penampakan Aden-Aden yang paling sering diceritakan adalah saat ia berperan sebagai pedagang sate.
Dengan tampilan yang tenang, kepala tertunduk, dan hampir tak banyak bicara saat melayani pembeli, sosoknya terkesan penuh misteri.
Namun, ketika pembeli hendak membayar, tiba-tiba Aden-Aden memperlihatkan wajah polosnya yang rata. Mungkin, maksudnya untuk menampilkan kesan tak berdosa dan terlihat baik.
Tapi, bagi yang melihatnya, kejutan itu bisa menjadi momen yang menegangkan, sekaligus menggelikan.