RADAR JOGJA – Yogyakarta memiliki posana tersendiri, dengan cerita sejarah, kebudayaan dan berbagai macam tempat wisata menjadikannya sangat menarik.
Salah satunya Candi Ratu Boko.
Sering diburu untuk menikmati senja, Candi Ratu Boko berada di kawasan Prambanan, tepatnya di Desa Sambireja, 19 km dari bagian timur Kota Yogyakarta.
Candi yang juga disebut dengan Kraton Ratu Boko ini terletak di atas puncak bukit dengan tinggi sekitar 200 m.
Tempat ini merupakan situs dengan pesona arsitektur yang unik dan cerita sejarah yang kuat.
Berkaitan erat dengan legenda kisah cinta Bandung Bondowoso yang tidak diterima oleh permaisuri kerajaan Boko yakni Rorong Jonggrang.
Tetapi pada akhirnya Putri Roro Jonggrang memutuskan untuk mau menerima namun dengan dua syarat, yaitu pertama Bandung Bondowoso harus membangun sumur bernama Jalatunda, kedua ia harus membangun seribu candi dalam waktu semalam.
Hal itu disetujui oleh Bandung Bondowoso, setelah selesai membangun sumur Jalatunda Putri Roro Jonggrang justru menjebak Bandung Bondowoso untuk masuk ke dalam sumur, kemudia ia dikubur dengan batu oleh Patih Gupolo. Namun dirinya berhasil melarikan diri.
Saat membangun seribu candi, Bandung Bondowoso bertapa dan meminta bantuan iblis. Dengan bantuan pasukan iblis, ia berhasil membangun 999 candi.
Namun saat ingin mambangun candi yang terakhir, Putri Roro Jonggrang menggagalkannya dengan menyalakan api timur dan mulai menumbuk nasi yang menjadi kebiasaan dan menandakan datangnya pagi.
Bandung Bondowoso murkah ketika mengetahui kelicikan Roro Jonggrang lalu mengutuknya menjadi patung batu.
Patung Roro Jonggrang inilah yang menjadi fitur candi yang ke seribu, melengkapi seribu candi yang ia bangun sebagai syarat menikahi Roro Jonggrang.
Berdasarkan legenda Patung Durga, istri dewa siwa yang terletak di ruang utara candi Prambanan, patung inilah yang di anggap sebagai Candi Roro Jonggrang.
Sedangkan 999 candi yang dibangun oleh Bandung Bondowoso disebut Candi Sewu.
Dari legenda inilah yang membuat munculnya mitos yang mengelilingi candi ini dan menarik perhatian banyak orang.
Mitos ini berbicara tentang larangan membawa pasangan saat berkujung ke Candi Ratu Boko.
Menurut banyak cerita, jika sepasang kekasih berkunjung ke situs ini hubungan asmara mereka akan memburuh dan akhirnya putus.
Sementara jika perempuan datang ke candi ini sendirian maka akan sulit mendapatkan jodoh dan telat menikah.
Mitos ini menciptakan misteri tersendiri, bahkan sebagian orang memilih untuk tidak menguji keberuntungan mereka dengan membawa pasangan ke sini.
Namun tak ada salahnya untuk mengenal legenda dan mitos Candi Ratu Boko yang menjadi warisan leluhur dari kepercayaan Hindu ini.
Kamu bebas untuk mepercayai atau tidak mitos tersebut. (Indah Wahyuni Saputri)