RADAR JOGJA - Puncak Suroloyo merupakan destinasi wisata di Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, DIY.
Tepatnya berada di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo.
Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi di Pegunungan Menoreh dengan ketinggian mencapai 1.019 mdpl.
Lokasi ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Magelang.
Di ketinggian puncaknya, menawarkan panorama yang eksotis.
Berbagai pegunungan terbentang indah. Di sebelah timur tampak gagah Gunung Merapi dan Merbabu.
Kemudian terbentang indah Gunung Sumbing, Gunung Tidar Kota Magelang, Bukit Ungaran, hingga Gunung Sindoro Wonosobo. Semua tampak dalam satu frame.
Namun di balik itu, Puncak Suroloyo lekat dengan mitos dan legenda.
Banyak orang yang percaya bahwa Puncak Suroloyo adalah titik pertemuan antara dunia nyata dan gaib, menjadikan tempat sakral dan penuh cerita mistis.
Menurut legenda, Puncak Suroloyo adalah tempat meditasi Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Mataram Islam.
Dalam usahanya itu, Sultan Agung ingin memperluas wilayah kekuasaannya. Sehingga dia melakukan tapa brata di tempat ini untuk memperoleh petunjuk dari Yang Maha Kuasa.
Konon, saat melakukan meditasi di Puncak Suroloyo, Sultan Agung mendapatkan wahyu untuk melawan penjajah Belanda.
Baca Juga: Solusi Atasi Stunting Gunakan Daging Kurban, Pemkab Gunungkidul: Jangan Hanya Disimpan di Freezer
Masyarakat setempat pun percaya Puncak Suroloyo adalah tempat bersemayamnya para dewa dan roh leluhur.
Banyak orang datang ke Puncak Suroloyo untuk berdoa dan bermeditasi, dengan harapan mendapatkan berkah dan petunjuk.
Tidak jarang juga terjadi penampakan-penampakan gaib yang diyakini sebagai tanda dari keberadaan dunia lain di sekitar puncak ini.
Selain pemandangan alam, Puncak Suroloyo juga memiliki tiga gardu pandang yang sering dijadikan tempat meditasi dan berdoa oleh pengunjung.
Ketiga gardu pandang ini yaitu Suroloyo, Sariloyo, dan Kaendran.
Masing-masing gardu memiliki cerita dan aura mistis tersendiri.
Banyak orang percaya meditasi di salah satu gardu ini dapat membawa kedamaian batin dan pencerahan spiritual.
Setiap tahun, masyarakat sekitar Puncak Suroloyo mengadakan ritual-ritual tradisional untuk menghormati roh leluhur dan menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Salah satu ritual yang terkenal adalah “Ruwatan Suroloyo,” dimana warga setempat berkumpul untuk melakukan upacara pembersihan dan doa bersama.
Ritual ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan alam dan mendatangkan berkah bagi komunitas.
Selain itu, banyak orang dari berbagai daerah datang ke Puncak Suroloyo untuk melakukan ziarah dan berdoa.
Mereka percaya bahwa tempat ini memiliki energi spiritual yang kuat dan dapat membantu mereka mendapatkan petunjuk hidup dan berkah dari alam gaib.
Baca Juga: DKUKMP Purworejo Tera Ulang Ribuan Unit Alat ukur Perdagangan, 11 Pasar Sudah Sidang Tera
Banyak pengunjung yang melaporkan pengalaman mistis saat berada di Puncak Suroloyo.
Beberapa dari mereka mengaku merasakan kehadiran sosok gaib atau mendengar suara-suara aneh saat bermeditasi di gardu pandang.
Meskipun demikian, banyak juga yang merasa tempat ini memberikan ketenangan batin dan kedamaian yang sulit ditemukan di tempat lain.
Pengunjung yang datang ke Puncak Suroloyo disarankan untuk menghormati adat dan kepercayaan lokal.
Berpakaian sopan, tidak membuat keributan, dan menjaga kebersihan lingkungan adalah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesakralan tempat ini.
Puncak Suroloyo bukan hanya destinasi wisata alam yang menakjubkan, tetapi juga tempat yang lekat dengan mitos dan legenda.
Kepercayaan akan keberadaan dunia gaib dan roh leluhur menjadikan Puncak Suroloyo sebagai lokasi sakral yang dihormati banyak orang.
Dengan menjaga keseimbangan antara alam dan manusia, Puncak Suroloyo terus menjadi simbol spiritual yang penting bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. (Hasna Rafidah)
Editor : Meitika Candra Lantiva