Konon katanya gunung ini juga menyimpan misteri dan menjadi tempat ritual pesugihan yang dilakukan pada Jumat Legi.
Dilansir dari Radar Bangkalan, mitos pesugihan Gunung Kawi berpusat pada ritual yang dilakukan di pesarean Eyang Jugo dan Eyang Sujo.
Para peziarah yang ingin mendapatkan kekayaan gaib diharuskan menjalani tapabrata selama tiga hari di bawah pohon keramat dewandaru, mandi suci, dan melakukan kontrak mati dengan penguasa gaib.
Konon katanya tumbal nyawa seorang kerabat pun diperlukan dalam ritual pesugihan ini.
Ritual pesugihan ini diyakini menghasilkan daun dewandaru yang memiliki kekuatan untuk memberikan rezeki dan uang gaib setiap hari.
Namun, di balik cerita mistis ini, Gunung Kawi juga menyimpan sejarah dan kearifan lokal yang menarik.
Di ketinggian 700 meter, terdapat Petilasan Prabu Sri Kameswara, seorang pangeran dari Kerajaan Kediri yang beragama Hindu.
Konon, petilasan ini dulunya merupakan tempat bertapa sang prabu untuk menyelesaikan permasalahan politik kerajaannya.
Kini, petilasan ini digunakan sebagai tempat pemujaan dan praktik pesugihan.
Rumah Padepokan Eyang Jugo di kawasan Gunung Kawi juga menyimpan berbagai peninggalan bersejarah, seperti bantal dan guling dari batang pohon kelapa, serta tombak pusaka dari masa perang Diponegoro.
Di area pesugihan, terdapat kendi berisi air bertuah yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Baca Juga: Perlu Diwaspadai, Ini Dia 8 Penyebab Mobil Bisa Terbakar!
Meskipun terkenal dengan pesugihannya, Gunung Kawi tetap menarik banyak pendaki untuk menikmati keindahan alamnya yang memukau.
Perpaduan alam, budaya, dan misteri menjadikan Gunung Kawi sebagai destinasi wisata yang unik dan penuh cerita.
Editor : Bahana.