Jembatan Gondolayu merupakan salah satu jembatan yang digunakan untuk menghubungkan Tugu Jogja dengan daerah Kota Baru yang berdiri berada di jalan Urip Sumoharjo.
Jembatan Gondolayu ini didirikan pada zaman Hindia Belanda. Arti dari nama Gondolayu yaitu terdiri dari kata Gondol yang berati membawa dan ayu yang berarti cantik.
Konon katanya pembangunan jembatan Gondolayu ini membutuhkan tumbal pada saat pembanguna, tumbal yang di minta yaitu sepasang perjaka dan perawan yang baru melangsungkan pernikahan.
Konon katanya tumbal dari jembatan Gondolayu ini adalah sepasang pengantin baru yang berasal dari desa setempat.
Tentara Belanda mengambil paksa mereka untuk dikorbankan menjadi tumbal, mulut mereka di sumpal dan mereka dilempar kepondasi jembatan serta di uruk dengan batu dan semen.
Selain itu ada juga cerita legenda yang beredar di masyarakat tentang seorang penjual jamu bernama Yujiem yang dihabisi di sekitar jembatan Gondolayu.
Diceritakan di sekitar tahun 1915 malam Yujiem di hadang 5 laki – laki saat berjualan, dia di bawa ke tepi Sungai Code lalu di lecehkan secara bergantian kemudian Yujiem dibunuh dan dibuang ke sungai beserta daganganya.
Sebagian masyarakat mengaku bahwa hingga saat ini sosok Yujiem masih sering menampakan wujudnya yang menyerupai kuntilanak.
Warga sekitar mempercayai bahwa kemunculan sosok – sosok di jembtan Gondolayu yaitu bertujuan untuk memberitahu setiap orang yang berada di situ agar tidak ada wanita yang ternodai di jembatan Gondolayu.
Sumber : YouTube - Jelajah Mitos