Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu krisis kabut asap parah di sejumlah wilayah tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tetapi juga mulai berdampak serius pada keselamatan hewan peliharaan.
Di platform Threads, sejumlah pemilik hewan peliharaan anabul membagikan momen memprihatinkan terkait kondisi kucing mereka yang mendadak mengalami gangguan kesehatan parah.
Gejala yang dialami meliputi masalah pernapasan akut, sesak napas, batuk-batuk berulang, hingga pembengkakan dan iritasi pada area mata akibat terpapar pekatnya asap karhutla secara terus-menerus.
Keluhan mengenai dampak buruk kabut asap ini marak disuarakan oleh para pemilik kucing di berbagai wilayah terdampak karhutla.
Paparan partikel mikro berbahaya di udara dinilai menjadi pemicu utama menurunnya kondisi fisik hewan peliharaan secara drastis dalam beberapa waktu terakhir, bahkan hingga mengancam keselamatan jiwa hewan-hewan tersebut.
Baca Juga: Hasil Lab Keluar, DLH Sebut Limbah PT IBD di Pantai Cangkring Membahayakan Lingkungan
"Sejak kebakaran hutan, kucing aku udah 3 ekor yang mati dan yang sakit juga banyak, semua karena masalah pernapasan," tulis salah satu pemilik kucing melalui akun @lalalalisda_m.
Ancaman kualitas udara buruk ini bahkan tetap mengintai meskipun hewan peliharaan telah diisolasi penuh di dalam ruangan.
Beberapa pemilik mengaku telah melakukan langkah pencegahan mandiri, namun dampak polusi asap karhutla tetap menembus area tempat tinggal dan memicu iritasi berat.
"Kucingku sejak kebakaran hutan makin parah mata kucingku jadi kayak begini merah dan berair, padahal ga pernah keluar dan di dalem rumah pake purifier," tulis pengguna akun @sntaccream.
Editor : Bahana.