​2 Dekade Papermoon Puppet Theatre Berkarya, Gelar Pesta Boneka #10 di Yogyakarta

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 17:12 WIB
Seniman asal Australia, Justin Talplacido Shoulder, tampil dalam Pesta Boneka #10 di Kampoeng Media Resort, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (8/10/2026).
Seniman asal Australia, Justin Talplacido Shoulder, tampil dalam Pesta Boneka #10 di Kampoeng Media Resort, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (8/10/2026).

 

SLEMAN – Yogyakarta menjadi titik pertemuan seniman teater boneka dari berbagai negara melalui Pesta Boneka #10. Festival internasional yang digelar pada 6–11 Oktober 2026 ini menghadirkan 193 seniman dari 24 negara yang tergabung dalam 33 kelompok. Tak sekadar menampilkan pertunjukan, perhelatan ini juga membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan kreativitas lintas budaya.

Digagas oleh Papermoon Puppet Theatre, Pesta Boneka tahun ini mengusung tema Holding Hands atau bergandengan tangan. Tema tersebut menyoroti pentingnya solidaritas, kepedulian, dan hubungan antarmanusia di tengah perbedaan latar belakang serta budaya.

Festival berlangsung di Ruang Pana, Kompleks Kampoeng Media, Sleman. Sejumlah agenda disiapkan untuk mempertemukan seniman dan penonton melalui pertunjukan, pemutaran film, diskusi, serta lokakarya. Beragam kegiatan itu memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal seni teater boneka dari berbagai pendekatan.

Kehadiran seniman dari 24 negara menjadi salah satu daya tarik utama Pesta Boneka #10. Puluhan kelompok yang terlibat membawa karya dan cara bercerita masing-masing. Pertemuan tersebut memperlihatkan bagaimana seni boneka dapat berkembang melalui pertukaran pengalaman, teknik pertunjukan, dan sudut pandang budaya.

Seni boneka juga menawarkan cara bercerita yang tidak selalu bergantung pada dialog. Gerakan, objek, dan permainan visual dapat digunakan untuk membangun suasana sekaligus menyampaikan pesan kepada penonton. Pendekatan ini memungkinkan sebuah pertunjukan menghadirkan pengalaman yang dapat ditafsirkan secara berbeda oleh setiap orang.

Melalui rangkaian programnya, Pesta Boneka tidak hanya menempatkan penonton sebagai penikmat pertunjukan. Diskusi dan lokakarya turut membuka kesempatan untuk mengenal proses kreatif serta gagasan yang melatarbelakangi karya para seniman. Dengan begitu, pertemuan di festival ini tidak berhenti ketika pertunjukan selesai.

Penyelenggaraan edisi kesepuluh juga menjadi penanda perjalanan Papermoon Puppet Theatre yang memasuki usia 20 tahun pada 2026. Kelompok teater boneka independen yang berbasis di Yogyakarta ini memulai perjalanan Pesta Boneka pada 2008 melalui program residensi yang mempertemukan seniman lintas negara.

Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival yang mempertemukan komunitas teater boneka dari berbagai latar belakang. Edisi tahun ini melanjutkan upaya membangun jejaring seni sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara seniman dan masyarakat.

Bagi Yogyakarta, Pesta Boneka #10 turut menghadirkan pilihan kegiatan budaya yang mempertemukan praktik seni lokal dan internasional. Festival ini juga menunjukkan bahwa seni boneka tidak terbatas pada hiburan anak-anak, tetapi dapat menjadi medium ekspresi artistik dan komunikasi lintas budaya.

Pesta Boneka #10 berlangsung hingga 11 Oktober 2026. Melalui tema Holding Hands, festival ini membawa gagasan bahwa perbedaan dapat menjadi ruang untuk saling mengenal dan bekerja bersama. Dari panggung boneka, para seniman menghadirkan cerita sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melihat seni sebagai jembatan pertemuan antarmanusia.

( Maria Margaretha Nirong Gedo) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Pesta Boneka #10 Seniman Internasional Yogyakarta teater boneka Papermoon Puppet Theatre