Laut Mati yang terletak di antara Yordania, Israel, dan Tepi Barat menghadapi ancaman lingkungan yang semakin serius. Selain mengalami penyusutan permukaan air secara terus-menerus, perairan dengan kadar garam sangat tinggi ini juga diperkirakan mengalami kenaikan suhu signifikan hingga akhir abad ke-21.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada Oktober 2026 mengungkap potensi peningkatan suhu air Laut Mati sekitar 5 hingga 8 derajat Celsius pada 2100. Besarnya kenaikan tersebut bergantung pada skenario emisi yang terjadi pada masa mendatang.
Temuan ini menambah perhatian terhadap perubahan kondisi lingkungan Laut Mati, yang selama beberapa dekade terakhir mengalami penurunan volume air. Penyusutan tersebut tidak hanya mengubah bentang alam di sekitarnya, tetapi juga berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem perairan.
Salah satu faktor yang turut memengaruhi perubahan suhu adalah meningkatnya konsentrasi garam seiring berkurangnya volume air akibat penguapan. Ketika air terus menguap, sementara pasokan air yang masuk tidak mampu mengimbangi kehilangan tersebut, kadar garam di Laut Mati semakin tinggi.
Kondisi itu dapat memengaruhi proses pertukaran panas antara permukaan air dan atmosfer. Dalam kondisi tertentu, perubahan karakteristik penguapan dan keseimbangan energi di permukaan danau dapat mengurangi efektivitas pendinginan melalui penguapan, sehingga suhu air berpotensi meningkat.
Baca Juga: Wamendagri Desak Pemprov dan DPRP Papua Pegunungan Segera Lantik 11 Anggota Jalur Otsus
Para peneliti menilai penyusutan volume air dan kenaikan suhu perlu dipahami sebagai bagian dari perubahan lingkungan yang saling berkaitan. Apabila kondisi tersebut berlanjut, tekanan terhadap sistem perairan Laut Mati berpotensi semakin besar.
Laut Mati sendiri dikenal sebagai salah satu perairan dengan tingkat salinitas tertinggi di dunia. Karakteristik tersebut membuatnya berbeda dari danau pada umumnya dan menjadikannya objek penting dalam penelitian mengenai perubahan iklim, penguapan, serta dinamika perairan dengan kadar garam ekstrem.
Potensi kenaikan suhu hingga akhir abad ini memperkuat pentingnya pengelolaan sumber daya air di kawasan tersebut. Upaya menjaga keseimbangan pasokan air dan mengurangi dampak pemanasan global menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan lingkungan yang terus berlangsung.
Meski demikian, besaran kenaikan suhu pada 2100 tetap bergantung pada skenario emisi dan kondisi lingkungan yang berkembang dalam beberapa dekade mendatang.
Editor : Bahana.