Bikin Kangen Masa Kecil! 7 Permainan Tradisional Jawa yang Pernah Bikin Hari-Hari Menyenangkan

Perawati • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:52 WIB
SERU: Pengunjung mengikuti beragam lomba permainan tradisional saat acara Jogja Bersinar di Balai Kota Jogja kemarin (6/6). Kegiatan ini turut menghadirkan zumba, senam sehat, hingga berbagai lapak UMKM. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
SERU: Pengunjung mengikuti beragam lomba permainan tradisional saat acara Jogja Bersinar di Balai Kota Jogja kemarin (6/6). Kegiatan ini turut menghadirkan zumba, senam sehat, hingga berbagai lapak UMKM. (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)

Masih ingat permainan yang dulu menemani sore hari setelah pulang sekolah?

Sebelum smartphone dan gim digital menjadi bagian dari keseharian anak-anak, halaman rumah, lapangan, hingga jalan kampung menjadi tempat bermain yang paling menyenangkan.

Berlari bersama teman, saling berteriak memberi semangat, hingga tertawa ketika kalah menjadi bagian dari kenangan masa kecil yang sulit dilupakan.

Sayangnya, pemandangan tersebut kini semakin jarang ditemui. Perkembangan teknologi membuat permainan digital lebih mudah diakses anak-anak.

Padahal, berbagai permainan tradisional yang pernah populer di Pulau Jawa bukan sekadar hiburan. Di balik kesederhanaannya, permainan tersebut mengajarkan ketangkasan, keseimbangan, strategi, kerja sama, hingga kejujuran.

Berikut tujuh permainan tradisional yang mungkin bisa membawa kembali kenangan masa kecil.

1. Hompimpa Alaium Gambreng

Baca Juga: Sempat Terjebak 5 Menit, Penumpang di Lift Manggarai Berhasil Dievakuasi

Siapa yang tidak mengenal hompimpa?

Permainan sederhana ini biasanya digunakan anak-anak untuk menentukan siapa yang mendapat giliran pertama, menjadi penjaga, atau menentukan kelompok.

Para pemain cukup mengulurkan telapak tangan secara bersamaan dengan posisi telapak atau punggung tangan yang disepakati. Dari permainan singkat inilah berbagai aktivitas biasanya dimulai.

Hompimpa begitu populer di berbagai daerah di Indonesia dan menjadi salah satu ritual sederhana yang lekat dengan permainan anak-anak.

2. Batu, Kertas, Gunting

Tidak membutuhkan alat apa pun, batu, kertas, gunting bisa dimainkan kapan saja dan di mana saja.

Dua pemain secara bersamaan mengeluarkan simbol tangan yang mewakili batu, kertas, atau gunting.

Aturannya sederhana. Batu mengalahkan gunting, gunting mengalahkan kertas, sedangkan kertas mengalahkan batu.

Meski sangat sederhana, permainan ini tetap membutuhkan keberanian mengambil keputusan dan sedikit strategi untuk membaca pilihan lawan.

3. Gasing

Baca Juga: Sukses Raih Piala Dunia Hingga Liga Champions, Pedro Resmi Gantung Sepatu

Gasing menjadi salah satu permainan tradisional yang membutuhkan keterampilan sekaligus ketepatan.

Biasanya terbuat dari kayu dengan bagian bawah berbentuk runcing dan dimainkan dengan bantuan tali. Gasing diputar di atas permukaan tertentu dan pemain berusaha membuatnya bertahan selama mungkin.

Dalam permainan kompetitif, gasing yang mampu berputar paling lama dapat menjadi pemenangnya.

Suara putaran gasing yang beradu dengan tanah pun menjadi salah satu bunyi khas yang mengingatkan banyak orang pada suasana bermain di masa lalu.

4. Congklak

Congklak identik dengan papan permainan yang memiliki deretan lubang kecil dan lubang besar sebagai lumbung.

Permainan ini umumnya dimainkan dua orang dengan menggunakan biji-bijian, kerang, atau benda kecil lainnya sebagai alat permainan.

Pemain harus memindahkan biji dari satu lubang ke lubang lainnya dengan perhitungan yang tepat. Karena itu, congklak tidak hanya menghibur, tetapi juga melatih kemampuan berhitung, konsentrasi, dan menyusun strategi.

5. Egrang

Berjalan menggunakan egrang tentu tidak semudah berjalan dengan kedua kaki di tanah.

Permainan ini menggunakan dua batang bambu yang masing-masing dilengkapi pijakan kaki. Pemain harus menjaga keseimbangan sambil menggerakkan kedua bambu tersebut menuju garis akhir.

Egrang membutuhkan keberanian, keseimbangan, dan latihan. Permainan ini juga masih kerap dijumpai dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk perlombaan saat perayaan Hari Kemerdekaan.

6. Engklek

Engklek menjadi permainan yang sangat mudah dikenali dari pola kotak-kotak yang digambar di tanah.

Baca Juga: Dinilai Tak Independen, 9 Hakim Konstitusi Dilaporkan ke MKMK

Pemain biasanya menggunakan pecahan genting atau benda kecil sebagai penanda. Setelah melempar penanda ke kotak tertentu, pemain melompat dengan satu kaki melewati pola yang tersedia tanpa menginjak garis.

Selain menguji kelincahan, engklek juga membutuhkan keseimbangan dan konsentrasi agar pemain tidak melakukan kesalahan.

7. Bakiak

Kalau ingin menguji kekompakan, bakiak adalah salah satu permainan yang paling seru.

Permainan ini menggunakan sandal kayu panjang yang dapat digunakan beberapa orang sekaligus. Para pemain harus melangkah dalam ritme yang sama agar bakiak dapat bergerak maju.

Satu orang melangkah terlalu cepat atau terlambat saja bisa membuat seluruh kelompok kehilangan keseimbangan.

Karena itulah, bakiak bukan sekadar perlombaan menuju garis akhir. Permainan ini juga mengajarkan pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam sebuah tim.

Warisan Masa Kecil yang Tak Lekang Zaman

Zaman memang telah berubah. Anak-anak kini memiliki lebih banyak pilihan hiburan melalui smartphone, gim, dan berbagai perangkat digital.

Baca Juga: Merasa Tertinggal dari Teman Sebaya? Ingat, Hidup Bukanlah Perlombaan

Namun, permainan tradisional memiliki pengalaman yang tidak selalu bisa digantikan oleh teknologi. Ada interaksi langsung, tawa bersama, persaingan yang sehat, hingga pelajaran tentang kerja sama yang tumbuh secara alami.

Tujuh permainan tersebut mungkin sederhana. Tetapi bagi mereka yang pernah memainkannya, kenangan yang ditinggalkan bisa begitu istimewa.

 

Editor : Bahana.
permainan tradisional Jawa permainan tradisional budaya jawa nostalgia masa kecil permainan anak