Mengenal Ma'nene, Tradisi Unik Toraja untuk Mengenang Leluhur yang Telah Tiada

Syofiyanti Ningsi Dg Parany • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:55 WIB
Ritual Ma’nene yang ada di Toraja. (ISTIMEWA)
Ritual Ma’nene yang ada di Toraja. (ISTIMEWA)

 

RADAR JOGJA - Ada tradisi unik di Toraja, Sulawesi Selatan, yang mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian orang.

Namanya Ma'nene, sebuah ritual ketika keluarga membuka kembali makam leluhur untuk membersihkan dan mengganti pakaian jasad yang telah lama meninggal.

Meski sekilas terlihat mistis atau menyeramkan, Ma'nene memiliki makna yang sangat mendalam.

Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi sekaligus cara masyarakat Toraja menjaga ikatan batin dengan para leluhur.

Baca Juga: Telat Boarding, Penumpang Nekat Terobos Garbarata hingga Bikin Heboh Bandara Sorong

Ma'nene berkaitan erat dengan pandangan hidup masyarakat Toraja serta berhubungan dengan rangkaian adat kematian Rambu Solo'.

Istilah "nene" sendiri merujuk pada orang tua atau leluhur yang telah meninggal dunia.

Tradisi ini umumnya dilaksanakan setelah musim panen raya, sekitar bulan Juli hingga Agustus.

Momen ini dipilih karena bertepatan dengan waktu libur, sehingga para perantau bisa pulang ke kampung halaman.

Oleh karena itu, Ma'nene tidak hanya menjadi ritual penghormatan, tetapi juga ajang silaturahmi dan konsolidasi keluarga besar.

Baca Juga: Uji Coba MBG Prasmanan di SD Negeri Soprayan Girikerto Sleman, Enam Siswa Jadi Petugas Pemorsian

Prosesi Ritual Ma'nene

Prosesi ini dilakukan penuh khidmat dan melibatkan seluruh anggota keluarga:

1.    Pembukaan Makam dan Doa bersama: Dituntun oleh tokoh adat atau pemimpin keluarga, prosesi diawali dengan doa bersama di patane (makam khas Toraja berbentuk rumah atau dari batu pahat).

2.    Pembersihan Jasad: Jasad dikeluarkan dari makam lalu dibersihkan dan dikeringkan secara perlahan dan hati-hati.

3.    Pengantian Pakaian: Jasad dipakaikan busana baru yang bersih, disesuaikan dengan jenis kelamin atau keinginan keluarga.

4.    Prosesi Arak-arakan: Di beberapa wilayah, jasad yang sudah berbusana rapi dipapah atau dibawa berkeliling di sekitar kawasan pemakaman.

5.    Penutup: Acara diakhiri dengan doa, makan bersama, dan pada rangkaian adat tertentu ditutup dengan penyembelihan hewan kurban seperti kerbau atau babi.

Baca Juga: Heather Garriock: Sepak Bola Australia Mendukung Konsep AFC Nations League

Bagi masyarakat Toraja, kematian bukanlah akhir dari hubungan kekeluargaan.

Ikatan dengan mereka yang telah tiada tetap dijaga melalui perawatan jasad dan makam ini.

Kini, meski Ma'nene semakin populer dan menarik perhatian wisatawan mancanegara, bagi masyarakat setempat ritual ini bukanlah sekadar atraksi budaya.

Ma'nene adalah warisan leluhur yang sarat akan nilai gotong royong, penghormatan, dan identitas budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Mengenal Ma'nene Tradisi Unik Toraja Mengenang Leluhur yang telah tiada jasad ma'nene