Telat Boarding, Penumpang Nekat Terobos Garbarata hingga Bikin Heboh Bandara Sorong

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:15 WIB
Tangkapan layar video calon penumpang yang menerobos garbarata di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong.( Tiktok Halo Indonesia)
Tangkapan layar video calon penumpang yang menerobos garbarata di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong.( Tiktok Halo Indonesia)

 SORONG – Seorang calon penumpang di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, nekat menerobos area garbarata setelah terlambat mengikuti proses boarding. Aksi tersebut terjadi saat penerbangan rute Sorong-Jayapura bersiap meninggalkan bandara.

Aksi itu terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, calon penumpang terlihat berusaha menuju pesawat meski proses boarding telah ditutup dan akses menuju garbarata sudah tidak digunakan.

Peristiwa bermula ketika proses boarding penerbangan telah selesai. Penumpang tersebut baru tiba di ruang tunggu setelah pintu pesawat ditutup. Garbarata yang sebelumnya menghubungkan terminal dengan pesawat juga telah dilepaskan petugas.

Alih-alih menerima kondisi tersebut, penumpang itu justru berusaha menerobos menuju garbarata. Ia disebut berupaya agar masih dapat masuk ke pesawat yang akan berangkat.

Petugas keamanan penerbangan atau Aviation Security (Avsec) kemudian berusaha menghentikan aksi tersebut. Situasi sempat berlangsung tegang karena penumpang disebut melakukan perlawanan hingga terjadi kontak fisik dengan petugas.

Baca Juga: Bikin Geger Jalan Raya Waru, Wanita Muda Menangis Histeris hingga Dibantu Polisi

Meski telah dicegah, penumpang tersebut masih berusaha bergerak menuju ujung garbarata. Aksi itu berlangsung ketika pesawat sudah berada dalam tahap persiapan untuk meninggalkan area parkir.

Pihak operator penerbangan menyatakan bahwa penumpang sebelumnya telah dipanggil melalui pengumuman boarding. Pemanggilan dilakukan beberapa kali, termasuk dengan menyebut nama penumpang.

Namun, hingga proses boarding dinyatakan selesai, penumpang tersebut belum berada di lokasi keberangkatan. Ketika akhirnya tiba, pintu pesawat sudah ditutup dan garbarata telah dilepaskan.

Insiden tersebut kemudian menjadi perhatian pengelola Bandara DEO Sorong. Evaluasi dilakukan terhadap prosedur pengawasan dan koordinasi antarpihak yang terlibat dalam proses keberangkatan penumpang.

Baca Juga: Uji Coba MBG Prasmanan di SD Negeri Soprayan Girikerto Sleman, Enam Siswa Jadi Petugas Pemorsian

Kepala Bandara DEO Sorong Asep Soekarjo menyebut evaluasi diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah koordinasi antara petugas di boarding gate dengan petugas yang berada di sekitar pesawat.

Pengelola bandara juga akan memperhatikan pengamanan akses setelah proses boarding ditutup. Area menuju garbarata perlu dipastikan tetap terkendali agar tidak kembali diterobos penumpang.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi calon penumpang untuk datang lebih awal dan memperhatikan waktu boarding. Ketika proses boarding telah ditutup, penumpang tidak dapat memaksakan diri masuk ke pesawat dengan menerobos akses yang sudah diamankan.

Pihak Bandara DEO Sorong memastikan operasional bandara tetap berjalan normal. Evaluasi dilakukan sebagai langkah perbaikan terhadap pengawasan dan koordinasi selama proses keberangkatan.

(Maria Margaretha Nirong Gedo)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Garbarata Sorong-Jayapura Bandara Domine Eduard Osok telat boarding sorong