Suhu Air Laut Dunia Makin Panas, Peringatan Keras Ilmuwan Ungkap Ancaman Nyata Bagi Wilayah Pesisir 

Perawati • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 15:53 WIB
Suhu permukaan air laut semakin panas. (foto: berbagai sumber)
Suhu permukaan air laut semakin panas. (foto: berbagai sumber)

Menurut sebuah laporan yang disusun oleh lebih dari 100 ilmuwan internasional, lautan menghangat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, membawa konsekuensi luas yang belum siap dihadapi dunia.

Data selama empat dekade yang dihimpun dari satelit, pelampung sensor, dan berbagai alat pemantau menunjukkan bahwa lautan tidak lagi sekadar menghangat, melainkan sedang menuju krisis ekosistem yang ekstrem.

Lonjakan suhu air laut ini makin diperparah oleh munculnya fenomena alam El Niño kuat yang kian menekan kondisi perairan global.

Lautan bumi menyerap sekitar 90 persen dari kelebihan panas yang dihasilkan oleh aktivitas pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia. Laju pemanasan laut bahkan tercatat berlipat ganda dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Baca Juga: Hendak Angkat Jaring Ikan, Warga Pringsewu Justru Temukan Jasad Pria Mengapung di Sungai Way Sekampu

Dampak dari pemanasan ini memicu gelombang panas laut yang merusak ekosistem bawah air, memicu badai yang jauh lebih destruktif, serta mempercepat kenaikan permukaan air laut. 

Sejak tahun 1999, tinggi muka air laut global rata-rata meningkat sekitar 3,8 milimeter per tahun dan kian terakselerasi, mengancam ratusan juta jiwa yang tinggal di wilayah pesisir.

Tak hanya itu, tingkat keasaman laut juga meningkat hingga 17 persen sejak 1985 akibat penyerapan polusi karbon.

Fenomena yang sering disebut sebagai "kembaran mematikan dari perubahan iklim" ini merusak kemampuan biota laut seperti kerang, lobster, hingga terumbu karang untuk bertahan hidup.

Kondisi terparah tampak di wilayah Kutub Utara yang mengalami lonjakan suhu permukaan hingga 4,2 derajat Celsius dalam empat dekade terakhir.

Sementara di Kutub Selatan, hilangnya es laut secara drastis telah memicu kegagalan berkembang biak secara masal pada spesies penguin kaisar.

Para ilmuwan mengimbau seluruh pemerintah dunia untuk segera memperkuat pemantauan permanen guna mengantisipasi ancaman krisis iklim yang kian nyata ini.

Editor : Bahana.
pemanasan laut kenaikan muka laut Perubahan Iklim ekosistem laut Krisis Iklim