Harvest Moon Akan Berdekatan dengan Saturnus Akhir Pekan Ini, Simak Waktu dan Cara Melihatnya

Regina Renate Yosuana • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:42 WIB
Ilustrasi Harvest Moon
Ilustrasi Harvest Moon

Langit malam akhir pekan ini bakal menyuguhkan fenomena astronomi menarik. Bulan purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon akan mencapai fase purnama pada Sabtu, 26 September 2026.

Fenomena tersebut bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan langit malam tanpa alat bantu khusus. Namun, pengamatan tetap bergantung pada kondisi cuaca dan tingkat kecerahan langit di masing-masing wilayah.

Sebutan Harvest Moon bukanlah nama untuk jenis bulan tertentu. Istilah tersebut merupakan sebutan tradisional bagi Bulan Purnama yang waktunya paling dekat dengan ekuinoks September.

Nama Harvest Moon memiliki kaitan erat dengan tradisi masyarakat di belahan Bumi Utara. Pada masa lalu, cahaya Bulan setelah matahari terbenam dianggap membantu masyarakat menyelesaikan aktivitas panen yang masih berlangsung hingga malam hari.

Baca Juga: Aksi Kriminal, Remaja 14 Tahun Tusuk Mantan Pacar di Toko Cirencester Inggris, Korban Trauma

Karena itu, istilah tersebut merujuk pada waktu kemunculan Bulan Purnama dalam siklus musiman, bukan menunjukkan perbedaan fisik pada Bulan.

Waktu terjadinya fase purnama dapat berbeda bergantung pada lokasi dan zona waktu. Berdasarkan data fase Bulan untuk Jakarta, puncak purnama diperkirakan berlangsung pada Sabtu malam, 26 September, sekitar pukul 23.49 WIB.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu menunggu hingga tepat pukul tersebut untuk mengamati Bulan. Penampakan Bulan sudah dapat dinikmati ketika objek tersebut berada di atas horizon. Karena itu, waktu terbit serta posisi Bulan di langit menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Menariknya, Harvest Moon kali ini juga akan berada di kawasan langit yang berdekatan dengan planet Saturnus dan Neptunus.

NASA menyebut pada 26 September, Bulan akan tampak berada di sekitar kedua planet tersebut dari perspektif pengamatan di langit Bumi. Saturnus relatif lebih mudah ditemukan karena dapat terlihat dengan mata telanjang dalam kondisi langit yang mendukung.

Sementara itu, Neptunus memiliki tingkat kecerlangan yang jauh lebih rendah. Untuk mengamatinya, pengamat membutuhkan alat bantu seperti teropong atau teleskop.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati fenomena tersebut, lokasi pengamatan dengan pandangan luas ke arah timur bisa menjadi pilihan, terutama ketika Bulan mulai terbit. Sebaiknya pilih tempat yang minim polusi cahaya agar objek langit lebih mudah terlihat.

Fenomena ini juga dapat diabadikan menggunakan kamera maupun ponsel. Hasil foto biasanya akan lebih optimal jika perangkat memiliki fitur pengaturan fokus dan pencahayaan secara manual.

Baca Juga: Lumeria Dessert Buka Gerai Kelima di Jogja, Boyong Matcha Eksklusif dari Jepang

Namun, faktor cuaca tetap menjadi penentu utama. Langit berawan atau mendung dapat membuat Bulan dan objek langit di sekitarnya sulit diamati.

Jika kondisi cuaca cerah, akhir pekan ini bisa menjadi momen menarik untuk sejenak mengarahkan pandangan ke langit dan menikmati keindahan Harvest Moon yang berada di sekitar Saturnus.

 

Editor : Bahana.
langit malam saturnus Bulan purnama fenomena astronomi harvest moon