RADAR JOGJA - Cara mencari pasangan tidak selalu harus diawali dengan percakapan panjang atau pesan singkat di media sosial.
Di kawasan Sahel, Afrika, masyarakat suku nomaden Wodaabe memiliki tradisi unik dalam mengungkapkan ketertarikan kepada lawan jenis, yakni cukup melalui gerakan tubuh dan tarian.
Daya tarik budaya ini kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah unggahan video dari akun TikTok @fundikoba memperlihatkan proses perjodohan tradisional tersebut secara langsung.
Dalam video itu, seorang pria tampak mendekati perempuan di tengah kerumunan dengan memberikan kode gerakan tertentu sebagai tanda ketertarikan.
Baca Juga: 276 Siswa dan Orang Tua di Batang Diduga Keracunan MBG, Dapur Penyedia Disetop Sementara
Proses pendekatan dalam tradisi Wodaabe terbilang sangat lugas tanpa kalimat basa-basi.
Pria yang tertarik akan memberi sinyal berupa gerakan khusus.
Apabila perempuan yang dituju memberikan balasan dengan gerakan serupa, hal itu menandakan bahwa pendekatan diterima.
Sebaliknya, jika tidak ada respons balasan, sang pria dianggap ditolak.
Tradisi mengungkapkan rasa tertarik ini umumnya berlangsung meriah dalam Festival Geerewol, sebuah perayaan tahunan yang digelar setelah musim hujan usai.
Baca Juga: Bolosego Diserbu Review Bintang 1 Serentak, Warganet Ramai-Ramai Beri Dukungan
Dalam festival tersebut, para pria Wodaabe akan tampil menari dan memperolek diri untuk menunjukkan pesona, penampilan, hingga kemampuan mereka di hadapan para perempuan yang bertindak sebagai penilai.
Salah satu tarian paling terkenal yang dibawakan adalah tarian Yaake.
Saat menari dalam barisan, para pria menonjolkan ekspresi wajah, gerakan tubuh, hingga memperlihatkan mata dan gigi mereka sebagai simbol ketampanan dan daya pikat.
Fenomena ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak pengguna media sosial menyebut tradisi ini sebagai versi "match" dunia nyata mendahului konsep aplikasi pencarian jodoh modern.
Baca Juga: Dorong Produktivitas dan Hilirisasi, Program SDM Sawit 2026 Resmi Dipaparkan di Yogyakarta
Di tengah kebiasaan generasi muda yang umumnya memulai pendekatan lewat pesan pribadi atau membalas unggahan cerita di media sosial, cara tradisional suku Wodaabe dinilai unik, sederhana, dan efisien.
Meski terlihat sederhana bagi awam, tradisi ini membuktikan bahwa setiap komunitas memiliki norma serta bahasa tubuh tersendiri dalam mengekspresikan ketertarikan antarmanusia.
Editor : Meitika Candra Lantiva