Peringatan Hari Badak Sedunia atau World Rhino Day yang jatuh pada 22 September 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya menjaga kelestarian satwa langka. Salah satu yang mendapat perhatian adalah Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) yang habitat alaminya berada di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Ardi Andono mengajak masyarakat ikut peduli terhadap keberadaan lima spesies badak yang masih bertahan di dunia. Badak Jawa menjadi salah satu di antaranya sekaligus satwa yang hingga kini masih memiliki habitat alami di kawasan TNUK.
Ajakan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan World Rhino Day 2026. Menurut Ardi, perhatian publik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap upaya konservasi satwa yang berada di ambang kepunahan.
Badak Jawa saat ini berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah. Dengan kondisi tersebut, upaya perlindungan tidak bisa hanya mengandalkan petugas konservasi.
Keterlibatan masyarakat diperlukan, terutama dalam menjaga habitat, mencegah perburuan, serta memastikan aktivitas manusia tidak mengganggu kehidupan satwa liar di kawasan konservasi.
Baca Juga: Lagu 'Kaulah Kamuku' Fatin Kembali Viral Bikin Nostalgia Masa Sekolah
Peringatan Hari Badak Sedunia diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan. Masyarakat dapat mengambil peran melalui sejumlah langkah sederhana.
Di antaranya tidak melakukan perburuan satwa liar, menjaga kelestarian hutan, menaati ketentuan ketika berada di kawasan konservasi, serta menyebarkan informasi yang tepat mengenai Badak Jawa.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan TNUK juga memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem. Sebab, perlindungan satwa tidak dapat dipisahkan dari kondisi habitat tempat mereka hidup.
Berbagai langkah konservasi pun terus dilakukan untuk menjaga populasi Badak Jawa. Pada 2025, Balai TNUK bersama Pemerintah Provinsi Banten melakukan translokasi dua ekor Badak Jawa ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di Desa Ujung Jaya, Kabupaten Pandeglang.
Program tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung pengembangbiakan sekaligus menjaga keberlanjutan populasi Badak Jawa.
Peringatan Hari Badak Sedunia 2026 menjadi pengingat bahwa keberadaan Badak Jawa merupakan tanggung jawab bersama.
Melindungi satwa bercula satu tersebut tidak cukup hanya dengan memastikan individunya tetap bertahan. Habitat dan ekosistem TNUK juga harus dijaga agar tetap mampu menjadi ruang hidup bagi satwa liar.
Baca Juga: Kobaran Api Gegerkan Kayu Putih Kupang, Rumah Warga Ludes Dilalap Si Jago Merah
Kolaborasi pemerintah, petugas konservasi, lembaga terkait, masyarakat sekitar kawasan, hingga masyarakat luas menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Dengan demikian, kepedulian terhadap Badak Jawa diharapkan tidak hanya muncul setiap 22 September, tetapi terus menjadi bagian dari gerakan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
Editor : Bahana.