RADAR JOGJA - Seekor sanca kembang betina berukuran raksasa dari Maros, Sulawesi Selatan, berhasil mencatatkan namanya dalam Guinness World Records. Ular yang diberi nama Ibu Baron tersebut memiliki panjang 7,22 meter dan resmi dinobatkan sebagai ular liar terpanjang yang pernah diukur secara terverifikasi.
Rekor tersebut dikonfirmasi Guinness World Records berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan pada 18 Januari 2026.
Ukuran Ibu Baron terbilang luar biasa. Jika tubuhnya dibentangkan sepenuhnya, panjang ular tersebut hanya terpaut sekitar 10 sentimeter dari lebar gawang sepak bola standar yang mencapai 7,32 meter.
Tak hanya memiliki tubuh panjang, bobot Ibu Baron juga mencapai sekitar 96,5 kilogram. Penimbangan dilakukan menggunakan timbangan berkapasitas besar dengan ular ditempatkan terlebih dahulu di dalam wadah untuk menjaga keamanan selama proses berlangsung.
Baca Juga: Baru Setahun Mengajar, Dosen DKV ISI Yogyakarta Dinonaktifkan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Pengukuran panjang dilakukan ketika Ibu Baron masih dalam kondisi sadar. Proses tersebut melibatkan Diaz Nugraha, pemandu sekaligus penyelamat satwa liar dan pawang ular berlisensi, bersama Radu Fentriu, fotografer dan penjelajah alam.
Dalam proses tersebut, ular tidak diberikan obat bius. Pertimbangan keselamatan satwa menjadi salah satu alasan metode tersebut tidak digunakan.
Secara teori, ular yang berada dalam kondisi sangat rileks dapat menunjukkan ukuran tubuh yang sedikit lebih panjang. Namun, ukuran semacam itu tidak digunakan sebagai angka resmi dalam penetapan rekor.
Keberadaan Ibu Baron juga menjadi perhatian tersendiri karena ular sanca kembang berukuran besar berpotensi terlibat konflik dengan manusia.
Setelah keberadaan ular tersebut diketahui, konservasionis lokal Budi Purwanto mengambil langkah untuk mengamankannya. Ibu Baron kemudian ditempatkan dalam perawatan di wilayah Maros.
Upaya tersebut menjadi penting untuk mengurangi risiko ular dibunuh maupun diperdagangkan setelah ditemukan di alam.
Rekor yang dicatat Ibu Baron sekaligus menunjukkan pentingnya dokumentasi dan pengukuran yang dapat diverifikasi dalam mencatat ukuran satwa liar.
Sebelum rekor ini ditetapkan, sejumlah laporan memang pernah menyebut keberadaan sanca kembang dengan panjang lebih dari tujuh meter. Bahkan, beberapa catatan historis mengklaim ukuran yang jauh lebih besar.
Baca Juga: Tak Diajak Sosialisasi, Warga Padukuhan Karang Kulon Progo Protes Tolak Penambangan Pasir
Namun, sebagian klaim tersebut tidak didukung dokumentasi maupun metode pengukuran yang cukup kuat untuk diverifikasi.
Dengan panjang 7,22 meter yang telah melalui proses pengukuran resmi, Ibu Baron kini menjadi salah satu bukti terdokumentasi mengenai ukuran luar biasa sanca kembang liar.
Temuan tersebut sekaligus memperlihatkan kekayaan satwa liar Indonesia yang masih menyimpan berbagai kejutan di habitat alaminya.
Editor : Bahana.