Ilmuwan Temukan Jenis Kucing Baru setelah 100 Tahun!

As Syifa Dzihni Nafisa • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 17:02 WIB
Kucing Leopardus tilcayo, spesies yang baru ditemukan setelah 100 tahun. (Sumber: Fernando Faciole/National Geographic)
Kucing Leopardus tilcayo, spesies yang baru ditemukan setelah 100 tahun. (Sumber: Fernando Faciole/National Geographic)

 

 

RADAR JOGJA - Dunia ilmu pengetahuan kembali dikejutkan oleh temuan besar dari dataran tinggi Bolivia.

National Geographic secara resmi mengumumkan penemuan Leopardus tilcayo, spesies kucing liar baru pertama yang teridentifikasi dalam satu abad terakhir. 

Meski sekilas tampak menyerupai kucing macan pada umumnya, analisis genom modern membuktikan bahwa ia menyimpan rahasia evolusi yang benar-benar berbeda.

Pada 2016, seorang warga lokal dekat hutan Bolivia menemukan kucing yang terlihat aneh.

Baca Juga: 41 Siswa Jadi Korban Keracunan MBG di Kulon Progo, BGN Lakukan Pemberhentian Sementara SPPG Palihan

Awalnya, ia mengira bahwa itu adalah kucing domestik. Kemudian, ia membawa kucing itu ke suaka margasatwa Senda Verde. 

Kucing aneh tersebut kemudian berjumpa dengan Paola Nogales-Ascarrunz, seorang ahli biologi yang bekerja di suaka margasatwa tersebut. 

Dari segi fisik, kucing ini memiliki wajah kecil yang berkerut, telinga pendek membulat, kumis panjang, serta ukuran tubuh yang kecil.

Bulunya ditutupi bintik-bintik mirip macan tutul dengan tanda roset yang jauh lebih besar dibandingkan dengan spesies kucing macan dari wilayah tetangga seperti Brasil.

Paola awalnya menyangka kucing ini sebagai bagian dari spesies kucing macan Leopardus tigrinus.

Baca Juga: Buntut Pelecehan Siswi di SMAN 1 Sentolo Kulon Progo, Satpam S Resmi Dikeluarkan

Namun kemudian pada tahun 2019, saat ia sedang menyiapkan buklet tentang spesies kucing di Bolivia, ia menyadari bahwa kucing yang difotonya tidak terlihat seperti foto referensi buku panduan dari Brasil.

Kucing yang ditemuinya memiliki bercak-bercak yang jauh lebih besar daripada yang ada di referensi. 

"Ini sangat salah," pikirnya.

Butuh beberapa tahun lagi sebelum Paola mengembangkan keahliannya dalam analisis genetik hingga mampu menyelidiki genom kucing misterius itu dengan akurat. 

Kemudian, ia bekerja sama dengan Eduardo Eizirik, seorang ahli genetika di Universitas Katolik Kepausan Rio Grande do Sul di Brasil, dan penulis utama studi bersama Jonas Lescroart dari Universitas Antwerp.

Baca Juga: Polresta Jogja Turun Tangan Usut Dugaan Pungli di Alkid, Klaim Polisi Minta Jatah Makan Didalami

Tim tersebut akhirnya mampu menemukan spot uniknya dalam pohon keluarga kucing.

Dalam paper studi mereka, para peneliti mengusulkan agar kucing tersebut dikenal sebagai Leopardus tilcayo untuk menghormati nama yang dikenal oleh penduduk setempat. 

Sejauh ini, yang dapat dikatakan para ilmuwan hanyalah bahwa L tilcayo hidup di ekoregion hutan Yungas di Bolivia, yang terletak di lereng timur Pegunungan Andes. 

Namun, mengenai apa yang dimakan oleh kucing-kucing ini, bagaimana mereka bereproduksi, dan banyak aspek lain dari kehidupan sehari-hari mereka belum terpecahkan. 

“Begitu banyak hal mendasar yang belum diketahui,” ujar Paola, dikutip dari National Geographic.

Baca Juga: Buntut Pelecehan Siswi di SMAN 1 Sentolo Kulon Progo, Satpam S Resmi Dikeluarkan

Kehadiran spesies yang baru teridentifikasi ini tentu berdampak besar bagi silsilah dan upaya konservasi satwa.

Penemuan L tilcayo merombak total taksonomi genus Leopardus, mengubah apa yang tadinya dianggap sebagai satu spesies tunggal menjadi kelompok yang kini mencakup lima spesies kucing macan. 

Perubahan taksonomis ini membawa implikasi nyata bagi status konservasi di lapangan, sebab distribusi geografis yang terpecah mengharuskan setiap populasi dinilai dan dilindungi secara terpisah dengan tingkat urgensi yang jauh lebih tinggi. 

Temuan ini juga menyampaikan pesan yang sangat inspiratif bagi dunia sains.

Baca Juga: Operasi Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Oleh Tim SAR Resmi Ditutup

Mengingat masih begitu banyak misteri alam yang belum terungkap pada hewan-hewan berukuran kecil, penemuan tersebut menjadi dorongan kuat bagi para ilmuwan untuk terus menjelajahi dan melestarikan keanekaragaman hayati yang selama ini luput dari perhatian. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Ilmuwan Temukan Jenis Kucing Baru Dunia ilmu pengetahuan National Geographic spesies kucing liar ilmuwan