Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September kemarin kembali menarik perhatian publik. Namun jika kita cermati beberapa hari sebelumnya, Anak Krakatau ternyata tidak sendirian.
Pada hari yang sama, tercatat ada enam gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi, yaitu Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolo, Sinabung, Semeru, dan Anak Krakatau. Fenomena ini kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah letusan satu gunung memicu gunung api lainnya?
Jawabannya adalah tidak. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tidak ada bukti bahwa keenam erupsi tersebut dipicu oleh satu proses geologi yang sama secara langsung.
Secara geografis, Indonesia memang berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik yang merupakan tempat pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif dunia. Kondisi geologi unik inilah yang menyebabkan Indonesia memiliki sekitar 127 gunung api aktif. Tingginya angka tersebut menjadikan aktivitas vulkanik sebagai hal yang lumrah terjadi di berbagai wilayah tanah air.
Meskipun berada di negara yang sama, setiap gunung api berdiri secara independen dan memiliki sistemnya masing-masing. Mulai dari sistem kantong magma, karakter letusan, hingga perkembangan siklus aktivitasnya sangatlah berbeda.
Baca Juga: Viral! Turis Asal India Diduga Jadi Korban Penjambretan di Menteng Jakarta, Polisi Masih Menyelidiki
Sederhananya, setiap gunung memiliki sistem magmanya sendiri, sehingga erupsi yang terjadi berdekatan hanyalah kebetulan karena masa aktif sistem magma dari masing-masing gunung mencapai puncaknya pada waktu yang hampir bersamaan.
Kejadian erupsi beruntun ini menjadi pengingat penting bagi kita untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan terus memantau status serta zona rekomendasi bahaya gunung di sekitar kita, selalu merujuk pada informasi resmi dari PVMBG atau Badan Geologi, dan tidak mudah percaya pada isu-isu liar yang tidak terverifikasi. Tetap tenang, jaga kesehatan, dan pastikan setiap informasi yang diserap berasal dari sumber yang tepercaya.
Editor : Bahana.