Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan, Pasar Unik yang Lestarikan Nuansa Jawa di Perantauan

Farah Rizki Ramadhan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:27 WIB
Pesona Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan. (Dokumentasi pribadi Farah Rizki Ramadhan)
Pesona Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan. (Dokumentasi pribadi Farah Rizki Ramadhan)

 

RADAR JOGJA - Kota Balikpapan saat ini kian menjadi kota pilihan bagi para perantau.

Selain alasan lapangan kerja yang menjanjikan, Balikpapan juga menawarkan kehidupan kota yang nyaman dan tidak begitu hiruk-pikuk. 

Kota Balikpapan juga terus menerus mengembangkan sektor pariwisatanya.

Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak destinasi wisata baru yang dibangun di kota Balikpapan.

Di antaranya adalah Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan. 

Baca Juga: Sama-sama Terbuat dari Ketan dan Gula Merah, Ini Perbedaan Wajik dan Wajit Makanan Khas Tradisional

Tentang Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan 

Melansir dari Kaltimpost, Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan terletak di Kampung Wisata Pringgondani yang mulai dibuat pada akhir tahun 2023 serta dibuka secara resmi pada 4 Februari 2024. 

Pasar ini menerima kunjungan APEKSI pada 4 Juni 2024 dan meraih predikat terbaik 1 pada malam Anugerah Jambore Desa Wisata Kaltim 2025.

Kampung Wisata Pringgondani juga menerima penghargaan Juara Harapan IV Desa Wisata Berbasis Budaya pada Wonderful Indonesia Awards 2025.

Pasar ini terletak di Jl. Gunung Binjai, No.14, Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Baca Juga: Jack Grealish Kembali Perkuat Everton dengan Status Pinjaman

Pasar Pringgondani beroperasi dari pukul 07.00 hingga 16.00 WITA setiap akhir pekan: Sabtu dan Minggu, serta pada hari libur nasional/tanggal merah. 

Tiket masuk Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan adalah Rp10.000. Pengunjung bisa menikmati dagangan dan bersantai di seluruh sudut pasar sepuasnya. 

1.Pasar Tradisional

Pasar Tumpah Pringgondani adalah pasar yang mengangkat tema tradisional, terutama berkaitan dengan suku Jawa.

Pasar tersebut menyediakan berbagai kuliner tradisional, seperti jajanan pasar dan masakan khas.

Selain itu, pedagang juga berpakaian tradisional dengan memakai kebaya, baju batik, dan caping. 

Di seluruh bagian pasar digantungi papan-papan kayu bertuliskan kata-kata bijak atau candaan dalam bahasa Jawa, yang membuat pengunjung seolah-olah diajak kembali ke Jawa. 

Baca Juga: Mudryk Reuni dengan Roberto De Zerbi di Tottenham Hotspur

Tidak hanya berkaitan dengan suku Jawa, pasar Pringgondani juga menampilkan pertunjukan tari adat Kalimantan Timur.

Para penari memiliki ruang pertunjukan di sudut pasar, dan para pengunjung diperbolehkan menonton secara gratis, tetapi disediakan kotak di depan penari jika pengunjung ingin mengapresiasi pertunjukan. 

Letak komplek pasar berada di bawah pohon-pohon rindang yang menawarkan keasrian alam secara langsung, seakan pengunjung benar-benar mengunjungi pasar jaman dahulu di tengah-tengah hutan. 

2. Sistem Pembayaran yang Unik

Mengangkat tema tradisional, Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan memiliki sistem pembayaran yang unik.

Pengunjung bisa menukarkan uang tunai dengan uang kayu yang disediakan oleh pengelola di loket sebelum memasuki pasar.

Uang kayu tersebut dapat ditukarkan dengan nominal Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000.

Namun penukaran ini sifatnya tidak wajib.

Pelanggan tetap bisa menggunakan uang tunai untuk transaksi jika tidak ingin terlalu banyak membawa uang kayu.

Nantinya, pedagang juga akan mengembalikan kembalian berupa uang tunai jika uang kayu tidak tersedia atau tidak sesuai dengan nominal yang tersedia.

Baca Juga: Peringati Hari Pelanggan Nasional, Jogjabay Gelar Harga Rp25 Ribu, Catat Tanggalnya!

3. Tempat Nongkrong yang Memadai


Di Pasar Tumpah Pringgondani Balikpapan banyak disediakan tempat duduk untuk menikmati kuliner atau sekedar bersantai melihat pemandangan.

Gubuk dan gazebo dengan berbagai ukuran tersebar di seluruh bagian pasar, mulai dari yang hanya cukup untuk satu keluarga sampai yang bisa menampung puluhan orang.

Selain gubuk dan gazebo, terdapat kursi-kursi dan meja kayu solid yang tersedia di bawah pohon-pohon yang bisa digunakan pengunjung untuk menikmati kuliner.

Selain itu, pengunjung juga bisa bersantai ala piknik dengan menggelar tikar di bawah pepohonan atau duduk langsung di tanah di tempat lesehan yang tersedia. 

Baca Juga: Lindungi Orangutan, Adopsi Online jadi Tren Gen Z

Di pasar pringgondani juga disediakan tempat nongkrong kafe ala tradisional. Pengunjung bisa memesan kopi dan duduk di tempat duduk dari kayu yang disediakan oleh pihak kedai kopi. 

Jadi gimana? Apakah kamu tertarik untuk mengunjungi Pasar Pringgondani Balikpapan?  

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
balikpapan Pasar Tumpah Pringgodani Balikpapan Pasar Unik Nuansa Jawa kalimantan