Fenomena Alam, 27-28 Agustus 2026 Akan Ada Purnama Sturgeon Moon dengan Bonus Gerhana Bulan

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Sturgeon moon pada Agustus 2022. (Unsplash)
Sturgeon moon pada Agustus 2022. (Unsplash)
 

 


RADAR JOGJA - Siap-siap, pada 27-28 Agustus 2026 langit akan menghadirkan purnama spesial yang datang dengan bonus langka yaitu gerhana bulan.

Purnama bulan Agustus ini punya nama unik, Sturgeon Moon atau Bulan Sturgeon.

Nama itu dari nama ikan sturgeon, ikan air tawar raksasa yang jadi buruan utama suku-suku asli Amerika di sekitar Great Lakes tepat di musim ini.

Baca Juga: Tim Curry, Pemeran Ikonik Rocky Horror dan Pennywise, Meninggal Dunia di Usia 80 Tahun

Puncak purnamanya jatuh Jumat, 28 Agustus 2026, pukul 04.18 UTC, atau sekitar pukul 11.18 WIB pagi.

Tapi karena puncaknya terjadi siang hari waktu Indonesia, momen terbaik menikmatinya justru malam sebelumnya, Kamis 27 Agustus, saat bulan terbit di ufuk timur begitu matahari terbenam.


Kenapa purnama kali ini istimewa?

Bertepatan dengan malam yang sama, Bumi, Matahari, dan Bulan akan sejajar sedemikian rupa sehingga bulan melintasi bayangan Bumi, menghasilkan gerhana bulan parsial dalam yang cukup dramatis.

Pada puncaknya, sekitar 96 persen permukaan bulan akan tertutup bayangan gelap Bumi, hanya menyisakan garis tipis cahaya terang di salah satu sisinya.

Baca Juga: Demo Besar AMPB Pati di Gedung DPR: Massa Tuntut RUU Perampasan Aset, 18 Ribu Polisi Disiagakan 

Efeknya bisa menghasilkan warna kemerahan atau tembaga di bagian bulan yang tertutup bayangan, mirip fenomena "blood moon" pada gerhana total, meski secara teknis ini bukan gerhana total.


Sayangnya, ada kabar kurang menyenangkan buat pengamat di Indonesia.

Gerhana ini paling optimal disaksikan dari benua Amerika, sebagian Afrika, dan Eropa.

Di kawasan Asia termasuk Indonesia, bulan sudah berada di bawah ufuk saat momen gerhana berlangsung, jadi kita kemungkinan besar tidak bisa menyaksikan fase gerhananya secara langsung.

Baca Juga: Ratusan Warga Negara Asing Hilang Usai Banjir Bandang Nepal, India Terbanyak

Tapi kabar baiknya, purnama Sturgeon Moon itu sendiri tetap bisa dinikmati penuh dari Indonesia, malam 27 menuju 28 Agustus, tanpa perlu alat bantu apa pun.

Tips terbaik untuk menikmatinya:

Cari lokasi dengan pandangan terbuka ke arah timur, jauh dari cahaya lampu kota supaya lebih jelas.

Datang begitu matahari terbenam, saat bulan baru saja terbit, karena di titik ini bulan biasanya terlihat lebih besar secara visual dan sering berwarna kekuningan atau jingga, efek optik akibat cahayanya menembus lapisan atmosfer lebih tebal dekat cakrawala.

Meski gerhananya sendiri tidak terlihat dari sini, purnama Sturgeon Moon tetap layak jadi alasan buat mendongak ke langit malam nanti.



Editor : Meitika Candra Lantiva
Purnama Sturgeon Moon 27-28 Agustus 2026 Fenomena Alam gerhana bulan Indonesia