Dari Hama Jadi Kuliner, Menikmati Renyahnya Walang Goreng Gunung Kidul Yogyakarta

Fibrian Putri Heragung • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:17 WIB
Kuliner ekstrem belalang goreng. (Foto: AI Image Generator)
Kuliner ekstrem belalang goreng. (Foto: AI Image Generator)

RADAR JOGJA – Bagi sebagian orang, belalang mungkin dianggap sebagai serangga biasa. Namun, di Gunung Kidul, Yogyakarta, belalang justru diolah menjadi salah satu kuliner khas yang dikenal dengan nama walang goreng. Dalam bahasa Jawa, “walang” berarti belalang.

Walang goreng memiliki tampilan berwarna kecokelatan dengan tekstur kering dan renyah. Camilan ini umumnya disajikan dengan bumbu sederhana seperti bawang putih, ketumbar, dan garam sehingga menghasilkan cita rasa gurih. Kini, tersedia pula varian rasa seperti pedas manis untuk menyesuaikan selera konsumen.

Berawal dari Hama Tanaman

Keberadaan walang goreng di Gunung Kidul memiliki cerita unik. Dahulu, belalang yang banyak ditemukan di sekitar tanaman dianggap mengganggu dan meresahkan bagi petani. Belalang tersebut kemudian ditangkap dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

Baca Juga: Pemotor Balikkan Gerobak Gorengan Usai Diduga Menabrak, Aksinya Tuai Pro Kontra

Setelah dicoba digoreng dan diberi bumbu, ternyata rasanya cukup lezat. Masyarakat kemudian mulai menjualnya hingga akhirnya berkembang menjadi camilan khas yang banyak dijumpai di pinggir jalan kawasan Gunung Kidul.

Walang goreng yang dijual di Gunung Kidul umumnya menggunakan jenis belalang kayu. Belalang ini banyak ditemukan di kawasan yang ditumbuhi semak dan pepohonan, termasuk pohon jati. Ukurannya yang relatif besar membuatnya cocok untuk diolah menjadi makanan.

Selain rasanya yang khas, belalang juga dikenal memiliki kandungan protein dan sejumlah mineral, seperti zat besi, kalsium, magnesium, serta zinc. Namun, manfaat tersebut tetap perlu dilihat dari cara pengolahan dan jumlah konsumsinya.

Baca Juga: 1.487 Titik Panas Kepung Kalimantan, Kabut Asap Mulai Meluas

Salah satu fakta menarik lainnya adalah walang goreng lebih mudah ditemukan ketika musim hujan. Pada periode tersebut, belalang lebih banyak bermunculan sehingga bahan bakunya lebih mudah diperoleh.

Dengan rasa gurih dan tekstur renyah yang khas, walang goreng menjadi salah satu kuliner unik Gunung Kidul yang menarik untuk dicoba, terutama bagi wisatawan yang ingin mencicipi makanan tradisional yang berbeda dari biasanya.

Baca Juga: Merapi Tidak Tidur, 106 Kali Guguran dan 8 Luncuran Lava Sejauh 2 KM, Status Masih Level III Siaga

( FIBRIAN PUTRI HERAGUNG )

Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Gunungkidul belalang goreng Belalang walang goreng walang