Mengenal Earthquake Lights, Cahaya Misterius dari Langit yang Muncul Saat Gempa

Alfiani Hidayatul Choiriyah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:56 WIB
Sumber: AI
Sumber: AI
RADAR JOGJA – Gempa bumi tidak hanya menghadirkan guncangan dahsyat. Dalam sejumlah kasus, fenomena alam tersebut juga dilaporkan disertai kemunculan cahaya misterius di langit yang dikenal sebagai earthquake lights atau cahaya gempa.

Fenomena ini menjadi salah satu kejadian alam yang menarik perhatian karena berada di persimpangan antara ilmu geologi dan atmosfer. Sejumlah saksi mata di berbagai wilayah dunia mengaku melihat kilatan atau pijaran cahaya sebelum maupun ketika gempa berlangsung.

Wujud cahaya yang muncul pun beragam. Ada yang menyerupai kilatan petir dari permukaan tanah, bola cahaya yang tampak melayang, hingga pendaran berwarna biru, hijau, atau keunguan di sekitar cakrawala.

Durasi kemunculannya juga tidak selalu sama. Dalam sejumlah laporan, cahaya tersebut terlihat hanya selama beberapa detik, sementara pada kondisi tertentu dapat bertahan hingga beberapa menit.

Bukan Sekadar Mitos

Selama bertahun-tahun, cerita mengenai cahaya yang muncul ketika gempa terjadi kerap dianggap sebagai mitos. Namun, kemajuan teknologi dokumentasi membuat fenomena tersebut semakin banyak terekam dan menjadi objek penelitian ilmiah.

Baca Juga: Astra Honda Dream Cup (AHDC) 2026, Pesta Balap Istimewa, Vario Evo 160 Kebanggaan Baru di Lintasan A

Salah satu penjelasan yang berkembang mengaitkan cahaya gempa dengan proses fisika yang terjadi di dalam batuan ketika mengalami tekanan sangat besar.

Saat lempeng tektonik bergerak dan tekanan di dalam kerak Bumi meningkat, batuan tertentu dapat mengalami stres mekanis ekstrem. Kondisi tersebut diduga dapat memicu pelepasan muatan listrik yang kemudian bergerak menuju permukaan.

Muatan tersebut selanjutnya dapat berinteraksi dengan atmosfer dan menyebabkan molekul udara mengalami ionisasi. Proses inilah yang diduga berperan dalam menghasilkan pendaran cahaya yang terlihat dari permukaan.

Batuan yang memiliki kandungan mineral tertentu, termasuk jenis batuan seperti basal dan peridotit, menjadi salah satu objek yang diperhatikan dalam kajian mengenai mekanisme tersebut.

Berpotensi Jadi Petunjuk Gempa?

Meski menarik perhatian, earthquake lights masih tergolong fenomena langka dan mekanisme kemunculannya belum sepenuhnya dipahami. Fenomena ini juga tidak selalu muncul setiap kali gempa terjadi.

Sejumlah penelitian mengenai pelepasan muatan listrik pada batuan terus dilakukan untuk memahami hubungan antara perubahan kondisi geologi dan fenomena listrik di sekitar permukaan Bumi.

Jika hubungan tersebut dapat dipahami secara lebih mendalam, perubahan medan listrik atau gejala terkait lainnya berpotensi menjadi salah satu parameter yang dapat dipantau dalam penelitian gempa.

Namun, cahaya gempa belum dapat dijadikan alat untuk memprediksi secara akurat kapan dan di mana gempa besar akan terjadi. Hingga kini, prediksi gempa secara tepat masih menjadi tantangan besar bagi para ilmuwan.

Baca Juga: Merapi Kembali Menggugurkan Lava hingga 2 Kilometer, Status Siaga Tetap Berlaku

Meski demikian, penelitian terhadap earthquake lights membuka peluang baru untuk memahami proses yang terjadi di dalam kerak Bumi. Fenomena cahaya misterius tersebut sekaligus menunjukkan bahwa gempa tidak hanya menghasilkan getaran, tetapi dapat disertai berbagai gejala fisik yang masih terus dipelajari oleh dunia sains.



Editor : Bahana.
Earthquake Lights Cahaya Gempa Fenomena Alam gempa bumi sains