Mengapa Kucing Suka Tidur Seharian? Rahasia Besar di Balik Kebiasaan Terlelap Berjam-jam

Seli Sulistiani • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 04:42 WIB
Kucing tidur seharian. (Seli)
Kucing tidur seharian. (Seli)

 RADAR JOGJA - Pernahkah Anda memperhatikan anabul kesayangan yang seolah-olah menghabiskan hampir sepanjang hari hanya untuk terlelap?

Bagi orang yang belum memahami karakter felid, perilaku ini sering kali dicap sebagai tanda malas atau kurang bergairah.

Namun, di balik kebiasaan rebahan tanpa henti tersebut, terdapat mekanisme biologis dan insting alami yang sangat menarik untuk diungkap.

Secara genetis, kucing domestik masih membawa warisan sifat dari leluhur mereka yang merupakan pemburu andal di alam liar.

Baca Juga: Kabupaten Magelnag Punya Lereng Gunung dan Hutan, mulai Antisipasi Kekeringan-Karhutla

Berburu membutuhkan ledakan energi yang sangat besar dalam waktu singkat, seperti saat mengejar, melompat, dan menangkap mangsa.

Oleh karena itu, mekanisme tubuh kucing dirancang untuk menyimpan energi sebanyak mungkin saat tidak sedang beraktivitas.

Meskipun kini hidup aman dan nyaman di dalam rumah tanpa perlu berburu makanan, naluri alami untuk menghemat energi tersebut tetap melekat kuat pada tubuh mereka.

Dalam hitungan harian, durasi istirahat anabul memang terbilang luar biasa.

Baca Juga: Pangkas Waktu Hingga Setengah Jam, Jembatan Sesek Temben Hadir Kembali Dengan Panjang 160 Meter

Kucing dewasa rata-rata menghabiskan waktu sekitar 12 hingga 16 jam sehari hanya untuk tidur.

Angka ini bisa melonjak lebih tinggi pada anak kucing (kitten) serta kucing yang sudah memasuki usia lanjut (senior), yang mampu terlelap hingga 18 sampai 20 jam sehari.

Pada anak kucing, waktu tidur yang panjang sangat krusial karena hormon pertumbuhan dilepaskan secara maksimal saat mereka beristirahat.

Sementara pada kucing tua, metabolisme tubuh yang mulai melambat membuat mereka membutuhkan waktu pemulihan fisik yang lebih lama.

Baca Juga: Pasien Jantung Tak Perlu ke Luar Purworejo, Dilayani dengan Cathlab di RSUD dr Tjitrowardojo

Satu hal unik yang sering luput dari perhatian pemilik adalah kualitas tidur mereka.

Sebagian besar waktu yang dihabiskan kucing bukanlah tidur nyenyak (deep sleep), melainkan tidur ringan atau fase catnap.

Dalam kondisi ini, pancaindra mereka—terutama pendengaran dan penciuman—tetap bekerja secara aktif.

Itulah alasannya mengapa kucing bisa langsung melompat kaget atau terbangun seketika hanya karena mendengar gemerisik kantong pakan atau bunyi langkah kaki pemiliknya dari kejauhan.

Baca Juga: Aktivitas Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Catat Ratusan Gempa Vulkanik, Suplai Magma Terus Berlangsung

Selain faktor umur dan genetika, kondisi cuaca sekitar juga memegang peranan penting.

Saat suhu udara terasa dingin atau hujan deras mengguyur, tubuh kucing secara alami terdorong untuk meringkuk dan tidur lebih lama demi menjaga suhu tubuh tetap hangat serta efisien.

Kendati kebiasaan tidur lama ini sepenuhnya wajar, pemilik tetap dituntut untuk peka terhadap perubahan perilaku yang tidak biasa.

Jika anabul tiba-tiba tidur jauh lebih lama dari durasi hariannya, terlihat sangat lemas, menolak menyentuh makanan, atau menunjukkan perubahan respons terhadap lingkungan, ini bisa menjadi sinyal bahaya.

Baca Juga: Deklarasi Jogjakarta: Legislator Daerah Serukan Keuangan Hijau demi Selamatkan Masa Depan Iklim

Perubahan drastis tersebut kerap menandakan adanya masalah kesehatan, mulai dari infeksi hingga rasa sakit tersembunyi.

Jika indikasi ini muncul, membawa anabul ke dokter hewan adalah langkah paling bijak.

Jadi, ketika melihat anabul Anda meringkuk manis di sudut ruangan sepanjang hari, tak perlu terburu-buru menyebutnya pemalas.

Ia hanya sedang menjalankan insting purba untuk mengumpulkan energi agar siap beraksi kembali saat waktu bermain tiba. (Seli) 

 

 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
kucing tidur seharian perilaku kucing kesehatan kucing perawatan hewan kucing