RADAR JOGJA - “Takut menikah" menjadi salah satu ungkapan yang belakangan ramai berseliweran di media sosial. Di TikTok, X, hingga Instagram, tidak sedikit generasi Z yang secara terbuka mengaku ragu untuk membangun rumah tangga. Bukan karena menolak pernikahan, melainkan munculnya kekhawatiran terhadap berbagai risiko yang mereka lihat dari lingkungan maupun media sosial.
Fenomena tersebut muncul seiring maraknya konten yang mengangkat persoalan rumah tangga, mulai dari perselingkuhan, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga persoalan ekonomi keluarga. Deretan cerita itu membuat sebagian anak muda merasa pernikahan bukan lagi sekadar tentang cinta, tetapi juga komitmen besar yang membutuhkan kesiapan mental, finansial, dan emosional.
Selain pengaruh media sosial, kondisi ekonomi juga menjadi alasan yang kerap diungkapkan Gen Z. Harga kebutuhan hidup yang terus meningkat, sulitnya memperoleh pekerjaan dengan pendapatan stabil, hingga biaya pernikahan yang tidak sedikit membuat banyak anak muda memilih menunda menikah. Mereka lebih memprioritaskan pendidikan, karier, atau membangun kondisi keuangan yang lebih mapan sebelum memutuskan berumah tangga.
Baca Juga: Cerita Ketua BGN soal Makan Telur hingga Bisulan Jadi Sorotan, Ahli Gizi Beri Penjelasan
Di sisi lain, para pengamat menilai fenomena ini tidak selalu bermakna negatif. Sikap hati-hati dalam memilih pasangan dan mempersiapkan kehidupan setelah menikah justru menunjukkan adanya perubahan cara pandang generasi muda. Pernikahan tidak lagi dipandang sebagai pencapaian yang harus diraih secepat mungkin, tetapi sebagai keputusan besar yang memerlukan pertimbangan matang.
Meski demikian, jangan menjadikan potongan kisah yang viral di media sosial sebagai gambaran utuh tentang kehidupan rumah tangga. Tidak semua pernikahan berakhir dengan konflik seperti yang banyak muncul di linimasa. Edukasi mengenai hubungan yang sehat, komunikasi, serta kesiapan sebelum menikah dinilai menjadi bekal penting agar generasi muda tidak hanya dibayangi rasa takut, tetapi juga memiliki pemahaman yang utuh tentang makna membangun keluarga.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber