Jejak Makam Tionghoa yang Tersimpan di Wisdom Park UGM, Sempat Dikira Batu Biasa hingga Dijadikan Sandaran Duduk

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 13:57 WIB
Wisdom Park UGM dan nisan makam tionghoa. (Kolase)
Wisdom Park UGM dan nisan makam tionghoa. (Kolase berbagai sumber)

 


RADAR JOGJA - Sebuah video di akun TikTok @gejapramono menunjukkan temuan yang cukup mengejutkan.

Ada sebuah nisan tua tergeletak di rerumputan, tak jauh dari jembatan hijau di kawasan Wisdom Park Universitas Gadjah Mada (UGM).

Unggahan tersebut menuai hampir 10 ribu likes dan ratusan komentar. 

Sebagian besar dari warganet mengaku baru tahu, bahkan ada yang mengaku sering duduk santai persis di atas batu nisan itu.

Mereka mengira benda tersebut hanya bagian dari saluran air taman.

Baca Juga: Los Pasar Brosot di Kulon Progo Roboh Termakan Usia, Beruntung Tidak Ada Korban Jiwa


Yang membuat unggahan ini menarik bukan cuma temuannya, tapi juga apa yang terjadi setelahnya di kolom komentar.

Salah satu warganet yang mengaku bisa membaca aksara Mandarin turun tangan menerjemahkan sebagian tulisan yang masih tersisa di nisan tersebut.

Ia menjelaskan, nisan Tionghoa umumnya memuat informasi lengkap: tanggal lahir dan wafat, tahun pendirian makam, nama anak dan cucu yang ditinggalkan, bahkan jabatan struktural seperti Mayor atau Kapitan jika makam tersebut milik pemimpin komunitas Tionghoa pada masanya.

Temuan ini sebenarnya bukan kebetulan yang berdiri sendiri. 

Baca Juga: Kemenangan Besar Konsumen! MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Otomatis Hangus Lagi

Berdasarkan penelusuran, situs resmi Masjid Kampus UGM yang berlokasi tak jauh dari Wisdom Park mencatat sejarah serupa.

Lahan tempat masjid itu berdiri sekarang, dulunya adalah kompleks makam Tionghoa yang sudah tidak aktif, dikelola sebuah organisasi bernama PUKJ (Perkumpulan Urusan Kematian Jogjakarta), di atas tanah milik Keraton Yogyakarta.

Ketika kampus membutuhkan lahan untuk membangun masjid, pihak Keraton menyetujui pemindahan makam-makam tersebut ke kompleks makam Tionghoa lain di sebelah timur UGM, tanpa kompensasi lahan bagi ahli waris yang bersangkutan.

Jadi kawasan timur UGM secara keseluruhan, dari Masjid Kampus hingga Wisdom Park, tampaknya menyimpan lapisan sejarah yang sama yaitu bekas kompleks pemakaman Tionghoa yang perlahan berubah fungsi menjadi ruang publik modern.

Baca Juga: Go Oiwa Akan Tangani Timnas Jepang Setelah Jabatan Hajime Moriyasu Berakhir di Piala Asia 2027

Alih-alih dirawat lewat penanda resmi atau papan informasi, justru peninggalan itu bertahan lewat cara yang tidak terduga dengan video pendek 30 detik, dan sekelompok orang asing di kolom komentar yang saling membantu menerjemahkan tulisan kuno, sebelum akhirnya tenggelam lagi di antara ribuan konten lain di linimasa.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Jejak Makam Tionghoa nisan tua aksara Mandarin warganet wisdom park ugm