Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sound Horeg, Hiburan Rakyat atau Sumber Kebisingan?

Seli Sulistiani • Senin, 13 Juli 2026 | 14:38 WIB
Ilustrasi sound horeg.
Ilustrasi sound horeg.

RADAR JOGJA - Fenomena budaya populer di Jawa Timur berupa parade truk bermuatan sound system raksasa bervolume ekstrem, atau yang biasa disebut dengan sound horeg,tidak hanya menjadi hiburan dalam karnaval desa, perayaan hari besar, hingga hajatan, tetapi juga telah berkembang menjadi tren yang menyita perhatian publik. Fenomena ini banyak digemari anak muda dan komunitas lokal karena dianggap merakyat dan penuh semangat.

Popularitas sound horeg semakin meningkat seiring banyaknya video yang beredar di media sosial. Berbagai aksi peserta yang berjoget mengikuti irama musik dengan latar tumpukan speaker raksasa kerap menjadi tontonan yang menarik jutaan penonton. Tak sedikit komunitas audio yang berlomba menghadirkan kualitas suara dan penampilan terbaik dalam setiap acara.

Di balik popularitasnya, sound horeg juga memicu berbagai perdebatan. Sebagian masyarakat menilai hiburan ini mampu menghidupkan suasana dan menjadi ruang kreativitas bagi anak muda. Selain itu, penyelenggaraan acara turut memberikan dampak ekonomi bagi pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa penyewaan sound system.

Baca Juga: Menilik MPLS di SMP Gotong Royong Jogja, Hanya Terima Tiga Siswa Baru di Tengah Fasilitas Sekolah Kurang Layak

Namun, di sisi lain, volume suara yang sangat tinggi dinilai mengganggu kenyamanan warga, terutama ketika acara berlangsung hingga malam hari atau melewati kawasan permukiman. Selain menimbulkan polusi suara, penggunaan sound system berdaya besar juga dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan pendengaran apabila terpapar dalam waktu yang lama.

Fenomena sound horeg menunjukkan bahwa perkembangan hiburan masyarakat terus mengikuti perubahan zaman. Di satu sisi, hiburan ini menjadi simbol kreativitas komunitas audio dan ruang ekspresi bagi anak muda. Namun, di sisi lain, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan aturan, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat sekitar.

Pada akhirnya, sound horeg menjadi pengingat bahwa setiap bentuk hiburan memiliki hak untuk berkembang, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati hak masyarakat lain. Dengan pengaturan yang baik, hiburan dapat tetap dinikmati tanpa mengorbankan ketertiban dan kenyamanan bersama.

Seli sulistiani

Editor : Iwa Ikhwanudin
sumber kebisingan sound horeg bahaya Hiburan rakyat sound horeg