RADAR JOGJA - Pisang dikenal luas sebagai buah favorit masyarakat Indonesia, tidak hanya karena rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, tetapi juga karena kandungan nutrisinya yang kaya serta warna kuningnya yang memikat.
Namun, sebagian orang mungkin belum menyadari bahwa warna kuning pada pisang terbentuk dari adanya proses biologis dan kimia yang terjadi saat fase pematangan.
Ketika belum matang, pisang mempunyai warna kulit hijau yang berasal dari kandungan klorofil di dalamnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Liverpool vs Fulham Premier League Sabtu 11 April 2026, Mampukah The Reds Bangkit?
Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang umumnya terdapat pada tumbuhan dan berperan penting dalam proses fotosintesis.
Pada fase awal pematangan pisang, pigmen tersebut mulai mengalami degradasi atau memudar.
Proses degradasi dipengaruhi oleh cahaya matahari, suhu penyimpanan, dan proses kerja enzim yang berlangsung di dalam buah tersebut.
Secara bersamaan, pigmen lain yang semula tersembunyi oleh klorofil mulai terlihat.
Pigmen tersebut adalah karotenoid, yaitu pigmen alami yang memiliki warna kuning hingga oranye.
Selain pisang, pigmen karotenoid juga ditemukan pada buah-buahan lain seperti pepaya, mangga, dan wortel.
Setelah proses degradasi, karotenoid akan menggantikan tugas klorofil dengan memberikan pisang warna kuning yang menjadi tanda bahwa buah sudah matang dan siap untuk dikonsumsi.
Selain menarik karena visual, perubahan warna ini juga menandakan perubahan rasa, tekstur, dan kandungan nutrisi pada pisang.
(Desfina Citra)