RADAR JOGJA - Penemuan kembali Rafflesia Hasseltii di Sumatera beberapa waktu lalu, kembali memantik perhatian dunia konservasi.
Bunga raksasa tanpa batang dan tanpa daun ini hanya muncul dalam waktu sangat singkan sekitar seminggu meski proses pertumbuhannya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun.
Satu kuntum Rafflesia Hasseltii memerlukan 2 hingga 3,5 tahun untuk berkembang sejak menginfeksi inangnya, Tetrastigma, sebelum akhirnya menembus permukaan tanah dan mekar.
Namun fase paling memukau itu justru menjadi yang paling cepat berlalu.
Setelah mahkota terbuka sempurna, bunga mulai menghitam dan membusuk hanya dalam beberapa hari.
Sebagai parasit murni, seluruh pertumbuhan Rafflesia sepenuhnya bergantung pada kondisi fisiologis Tetrastigma.
Gangguan sedikit saja pada tanaman inang baik akibat hama, aktivitas manusia, maupun perubahan lingkungan dapat menghambat perkembangan hingga menyebabkan kegagalan mekar.
Bagi masyarakat, sepekan kemunculan bunga ini menjadi pengingat bahwa kekayaan hayati Indonesia bukan hanya menakjubkan, tetapi juga membutuhkan perhatian.
Setiap mekarnya menjadi momen langka yang menuntut kesadaran untuk terus menjaga dan merawat alam yang menjadi rumahnya. (Silvia Oktaviani)