Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Satu-satunya Peternakan Domba Garut di Bantul, Tak Hanya Fokus Budi Daya, tapi Juga Lahan dan Sistem Pakan Modern

Cintia Yuliani • Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:15 WIB

 

SATU-SATUNYA: Mustakim sedang melihat domba Garut di peternakan wilayah Palem Sewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul Selasa (30/9).
SATU-SATUNYA: Mustakim sedang melihat domba Garut di peternakan wilayah Palem Sewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul Selasa (30/9).
 

BANTUL - Di Padukuhan Palem Sewu, Panggungharjo, Sewon ada peternakan domba Garut pertama di Bantul. Tidak hanya fokus budi daya, peternakan ini juga concern soal lahan pakan domba. Tak tanggung-tanggung, lahan seluas 1,7 hektare telah disiapkan.

Pengelola peternakan Domba Garut Mustakim menuturkan, strategi menyiapkan lahan pakan lebih dulu menjadi kunci. “Kalau kita beli pakan, itu jelas tekor. Makanya lahan pakan harus siap dulu, baru pengadaan,” ujarnya saat ditemui di peternakan Selasa (30/9).

Saat ini berbagai jenis tanaman pakan sudah ditanam. Mulai dari pacong, umami, hingga Indigofera. Namun, Mustakim tak menutup mata, ada tantangan dalam pengelolaan lahan.

“Kemarin pacong sempat dirambah tikus. Kalau lahannya bersih dan khusus pacong, biasanya aman. Jadi memang harus kita rawat betul,” jelasnya.

Sistem pakan modern juga turut dirancang. Mulai dari penggilingan rumput hingga pembuatan silase agar pakan bisa bertahan lebih lama.

“Silase difermentasi 2 sampai 3 minggu, bisa awet sampai setahun. Jadi saat musim hujan, kita tidak kesulitan,” ungkapnya.

Tidak berhenti di situ, pengelola pun tengah menyiapkan pengolahan kotoran dan air kencing domba agar bisa disulap menjadi pupuk kandang maupun pupuk cair. Harapannya, tak ada limbah yang terbuang dari aktivitas peternakan ini.

Peternakan yang dikelola oleh Koperasi AMC ini baru resmi berjalan sejak Agustus 2024. Awalnya hanya ada delapan ekor domba. Kini jumlahnya berkembang pesat mencapai sekitar 94 ekor.

“Kami juga ada tambahan dari pengadaan baru, sebagian dari investor yang memang tertarik dengan briding domba,” katanya.

Menurut Mustakim, domba Garut dipilih karena potensinya lebih menjanjikan, terutama dari sisi reproduksi. “Bisa menghasilkan anakan lebih banyak. Bahkan pernah sekali beranak sampai tiga ekor. Harganya juga bisa bersaing, apalagi kalau harus dijual daging. Tulangannya besar, jadi lebih unggul,” bebernya.

Dia menambahkan, peternakan ini juga dirancang sebagai tempat edukasi dan percontohan. Mulai dari pembibitan, pakan, hingga pengelolaan limbah, semua akan dikembangkan secara terpadu.

“Harapan kita ya bisa bermanfaat untuk skala kecil masyarakat sekitar," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Panggungharjo Agus Subagja menuturkan, rencananya pihaknya akan bekerja sama dengan koperasi AMC agar peternakan domba Garut ini bisa masuk dalam KDMP Panggungharjo.

"Koperasi AMC rencana akan bekerja sama dengan KDMP Panggungharjo tapi masih tahap peminatan," jelasnya. (cin/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#domba garut #Padukuhan Palem Sewu #Koperasi Desa Merah Putih #peternakan #lahan #koperasi #KDMP Panggungharjo #Pakan #sewon #Panggungharjo