JOGJA – Kisah mengharukan datang dari acara Nikah Bareng Love Journey in Jogja yang digelar pada Rabu (17/9/2025). Di antara enam pasangan pengantin yang menikah dalam rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional 2025 dan HUT ke-269 Kota Yogyakarta, terdapat sosok yang mencuri perhatian: Panut Purnomo, pria berusia 72 tahun, yang menikah dengan sang pujaan hati, Mesirah.
Panut menjadi peserta tertua dalam acara pernikahan massal yang digagas oleh Forum Ta’aruf Indonesia (FORTAIS) Yogyakarta, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dan PO Sinar Jaya. Pernikahan mereka tak hanya menjadi simbol cinta sejati, tetapi juga pengingat bahwa usia bukanlah batas untuk memulai kebahagiaan baru.
“Ikut nikah kali ini saya sudah senang sekali, merasa ditolong. Pemerintah mempermudah masyarakat. Karena itu, siapa yang memilih kan juga rakyat,” ujar Panut dengan mata berkaca-kaca, Rabu (17/9).
Pernikahan unik ini dilangsungkan di atas bus yang berkeliling Kota Yogyakarta, dihias romantis dan penuh warna. Momen sakral itu dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan sebagai saksi, menjadikan suasana semakin khidmat dan berkesan.
Ketua Fortais, Ryan Budi Nuryanto menyebut bahwa kehadiran pasangan lansia seperti Panut dan Mesirah memberikan inspirasi tersendiri dalam acara tersebut. “Ini istimewa, sangat bersejarah. Pak Panut membuktikan bahwa cinta tak mengenal usia. Beliau menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Ryan.
Selain menjadi ajang pernikahan, acara ini juga ditujukan untuk mengampanyekan transportasi umum kepada masyarakat. Bus yang digunakan dalam prosesi pernikahan menggambarkan perjalanan kehidupan — dari satu tujuan ke tujuan lain, seperti halnya rumah tangga.
“Bus ini melambangkan perjalanan hidup. Sama seperti bus yang mengantar penumpang ke tujuan, bus ini juga mengantar para pengantin menuju kehidupan rumah tangga,” tambah Ryan.
Kisah Panut dan Mesirah menjadi bukti bahwa harapan dan kebahagiaan bisa datang kapan saja. Meski usia tak lagi muda, keberanian mereka untuk melangkah ke jenjang baru memberikan pesan kuat: bahwa cinta, ketika dijalani dengan tulus, selalu menemukan jalannya. (Antonius Bondan Satrio Aji, Aura Hera, Sarah Yuni Utami)
Editor : Heru Pratomo