Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukti Bumi Semakin Hari Semakin Menyusut, Pertanda Kiamat Semakin Dekat?

Meitika Candra Lantiva • Minggu, 25 Mei 2025 | 18:29 WIB
Ilustrasi bumi mengecil.
Ilustrasi bumi mengecil.


RADAR JOGJA - Pertanyaan mengenai apakah Bumi mengalami penyusutan seiring waktu merupakan topik yang menarik dan kompleks.

Secara umum, Bumi tidak mengalami penyusutan dalam arti fisik yang signifikan.

Namun, terdapat beberapa proses alami yang mempengaruhi massa dan ukuran Bumi dalam skala yang sangat kecil.


Kehilangan Massa Atmosfer


Bumi kehilangan sebagian kecil massanya setiap tahun melalui proses yang dikenal sebagai atmospheric escape, di mana gas-gas ringan seperti hidrogen dan helium lolos dari atmosfer ke luar angkasa.

Diperkirakan sekitar 90.000 kilogram materi atmosfer hilang setiap hari, atau sekitar 32,8 juta kilogram per tahun.

Meskipun jumlah ini terdengar besar, dibandingkan dengan total massa atmosfer Bumi yang sekitar 5 × 10^18 kilogram, kehilangan ini sangat kecil dan tidak berdampak signifikan pada ukuran atau massa Bumi secara keseluruhan.


Penambahan Massa dari Luar Angkasa

Di sisi lain, Bumi juga menerima tambahan massa dari luar angkasa, terutama melalui jatuhnya debu kosmik dan meteorit.

Melansir laman astronomy-com, diperkirakan sekitar 40.000 hingga 160.000 kilogram materi dari luar angkasa jatuh ke Bumi setiap tahun.

Namun, jumlah ini juga sangat kecil dibandingkan dengan total massa Bumi, sehingga tidak menyebabkan perubahan signifikan pada ukuran planet kita.

Baca Juga: Kebumen Book Party, Konsisten Gugah Selera Baca Masyarakat


Perubahan Ukuran Bumi


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengukuran diameter Bumi mengalami perubahan dalam skala milimeter.

Mengutip laman resmi Nasa, imagine.gsfc.nasa.gov, diameter Bumi adalah 12.756 km.

Dalam sebuah studi internasional menemukan bahwa diameter Bumi perlahan mengalami perubahan sekitar 5 milimeter lebih kecil dibandingkan dengan pengukuran lima tahun sebelumnya.

Namun, perubahan ini bukan disebabkan oleh penyusutan fisik Bumi, melainkan karena peningkatan akurasi pengukuran dan model geofisika yang lebih baik.


Teori Lama tentang Penyusutan Bumi

Pada masa lalu, terdapat teori yang menyatakan bahwa Bumi menyusut seiring waktu karena pendinginan inti planet.

Teori ini, dikenal sebagai geosynclinal theory, menyatakan bahwa penyusutan Bumi menyebabkan terbentuknya pegunungan dan fitur geologis lainnya.

Namun, teori ini telah ditinggalkan dan digantikan oleh teori tektonik lempeng, yang menjelaskan bahwa pergerakan lempeng-lempeng Bumi di atas mantel yang relatif stabil adalah penyebab utama terbentuknya fitur geologis tersebut.

Secara keseluruhan, Bumi tidak mengalami penyusutan yang signifikan dalam arti fisik.

Perubahan massa dan ukuran yang terjadi sangat kecil dan tidak berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Perubahan-perubahan ini lebih berkaitan dengan proses alami yang telah berlangsung selama miliaran tahun dan terus berlanjut hingga sekarang. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Pertanda Kiamat #bumi #bukti #Bumi Semakin Hari Semakin Menyusut #diameter Bumi