RADAR JOGJA - Labi-labi merupakan hewan darat yang berhabitat di air dan bukan termasuk hewan amfibi yang hidup di dua alam.
Hewan yang sekilas menyerupai kura-kura ini termasuk dalam suku Trionychidae dan bernapas menggunakan paru-paru.
Labi-labi memiliki punggung yang lunak karena perisainya terdiri atas tulang rawan, sementara tempurung punggungnya hanya dilapisi oleh kulit tebal yang licin.
Bentuk cangkangnya datar menyerupai perisai, dan ukuran labi-labi umumnya lebih besar dibandingkan kura-kura.
Beberapa spesies labi-labi bahkan dapat tumbuh dengan panjang cangkang mencapai lebih dari dua meter.
Labi-labi termasuk jenis hewan herbivora yang mengonsumsi alga laut serta berbagai jenis tumbuhan laut sebagai makanan utama.
Selain itu, labi-labi juga memiliki peran penting dalam ekosistem laut karena membantu menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengontrol populasi alga laut.
Meskipun dikenal sebagai hewan dengan kemampuan berenang yang lemah, labi-labi mampu melakukan perjalanan jauh dan sering berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Jenis labi-labi yang umum dijumpai antara lain:
1. Bulus
2. Labi-labi hutan
3. Labi-labi moncong babi
Dari ketiga jenis tersebut, bulus merupakan yang paling umum dikonsumsi dan dianggap sebagai makanan unik.
Namun, labi-labi sendiri tergolong hewan langka, sehingga jika dikonsumsi harus dengan bijak dan dalam batas yang wajar.
Apakah Labi-Labi Halal untuk Dikonsumsi?
Dalam Islam, apakah labi-labi jenis bulus boleh dikonsumsi?
Mengacu pada Fatwa MUI Nomor 51 Tahun 2019, labi-labi termasuk hewan yang halal dikonsumsi (ma'kul al-lahmi), dengan syarat disembelih secara syar’i.
Mengingat status labi-labi yang tergolong hewan langka secara internasional, pengambilannya harus berasal dari hasil budidaya atau penangkaran.
Cara Mengolah Labi-Labi
Biasanya, labi-labi direbus terlebih dahulu dan diberi perasan jeruk nipis agar menghilangkan bau amis sebelum dikonsumsi.
Dari segi rasa, beberapa orang mengatakan daging labi-labi mirip dengan ayam, sementara yang lain menyebut rasanya lebih menyerupai daging bebek dengan tekstur jeroan yang lebih berserat.
Daging labi-labi juga dikenal cukup alot atau keras, sehingga bisa diolah dengan berbagai cara, seperti dibakar dengan kecap atau dicocol kedalam sambal.
Saat dibakar, daging labi-labi akan berubah warna menjadi cokelat.
Gimana, tertarik untuk mencoba? Jika di daerah kalian tersedia labi-labi (bulus), dan kalian menyukai makanan unik, mungkin bisa menjadi pilihan kuliner yang menarik. (Faiq Rivaldy)
Editor : Meitika Candra Lantiva