RADAR JOGJA - Tawon dan lebah sering kali dianggap sama karena keduanya memiliki warna hitam dan kuning serta kemampuan uniknya yaitu menyengat.
Namun, jika diperhatikan lebih dekat, terdapat perbedaan yang cukup mencolok di antara mereka.
Tawon memiliki tubuh yang ramping dan panjang, dengan pinggang yang sangat kecil, seolah-olah terikat seperti jam pasir.
Warna tubuhnya cenderung lebih mencolok, dengan kombinasi hitam dan kuning yang lebih terang.
Berbeda dengan lebah, tawon hampir tidak memiliki bulu di tubuhnya, sehingga tampak lebih licin dan mengilap.
Sayapnya yang panjang sering kali tampak melipat sejajar dengan tubuhnya saat sedang beristirahat.
Sementara itu, lebah memiliki tubuh yang lebih gemuk dan berisi.
Tubuhnya juga tertutup bulu-bulu halus yang berfungsi untuk mengumpulkan serbuk sari dari bunga.
Warna lebah lebih kalem, sering kali didominasi oleh cokelat keemasan atau hitam dengan sedikit corak kuning.
Tidak seperti tawon yang memiliki tubuh licin, lebah tampak lebih berbulu dan lembut.
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari perilaku mereka.
Tawon adalah predator yang lebih agresif, sering berburu serangga kecil sebagai makanan.
Mereka juga lebih mudah merasa terganggu dan tidak segan-segan menyengat berulang kali jika merasa terancam.
Sebaliknya, lebah lebih jinak dan cenderung sibuk mengumpulkan nektar dari bunga.
Mereka hanya akan menyengat sebagai bentuk pertahanan terakhir, karena setelah menyengat, lebah akan kehilangan sengatnya dan mati.
Dalam kehidupan sehari-hari, lebah sangat berperan dalam proses penyerbukan tanaman, sehingga keberadaannya sangat penting bagi ekosistem.
Tawon, meskipun sering dianggap sebagai hama karena sifat agresifnya, juga memiliki peran sebagai pengendali populasi serangga lain.
Meskipun serupa, tawon dan lebah memiliki dunia mereka sendiri yang unik dan menarik untuk diamati. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva