RADAR JOGJA - Baru-baru ini, sebuah video viral di TikTok membuat banyak orang terutama Gen Z terharu.
Bukan karena kisah cinta atau drama manusia, tapi karena seekor ikan anglerfish kecil yang muncul ke permukaan laut di Tenerife, Kepulauan Canary.
Anglerfish dikenal sebagai penghuni laut dalam, hidup di kedalaman sekitar 2.000 meter di bawah permukaan, dalam kegelapan total.
Kemunculan seekor anglerfish di perairan dangkal adalah sesuatu yang sangat langka dan menyedihkan.
Dalam beberapa video yang diunggah publik, si anglerfish tampak berenang dengan penuh perjuangan, seolah melawan nasibnya sendiri.
Banyak orang melihatnya sebagai simbol ketahanan, namun sayangnya si anglerfish tak lama setelah mencapai permukaan meregang nyawa akibat kelelahan dan faktor lingkungan.
Anglerfish adalah makhluk laut dalam yang penuh misteri dan keunikan.
Peristiwa ini memicu reaksi emosional dari banyak pengguna Gen Z, yang melihat perjuangan ikan tersebut sebagai simbol ketahanan dan keberanian, bahkan beberapa menganggap munculnya ikan tersebut disebabkan si anglerfish ingin melihat cahaya matahari sebelum ajalnya datang.
Beberapa ilmuwan menduga bahwa ikan ini mungkin sakit atau melarikan diri dari predator, yang menyebabkan kemunculannya di perairan dangkal.
Fakta Unik Si Aglerfish
Makhluk laut dalam yang dikenal karena tampilannya yang menyeramkan ini ternyata memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil dari yang dibayangkan banyak orang.
Berikut beberapa fakta menarik lainnya tentang anglerfish yang harus kamu ketahui:
1. Pemancing Alami – Anglerfish betina memiliki lampu bioluminesen alami yang digunakan untuk menarik mangsa di kegelapan laut dalam.
2. Jantan yang Menempel Seumur Hidup – Anglerfish jantan hanya hidup untuk menemukan betina dan menyatu dengannya secara permanen sebagai parasit.
3. Teknik Menyergap – Anglerfish adalah predator penyergap yang menunggu mangsa datang mendekat sebelum menelannya dalam satu gigitan cepat.
4. Dapat Menelan Mangsa Lebih Besar dari Tubuhnya – Rahang dan perut anglerfish sangat fleksibel, memungkinkan mereka menelan mangsa yang lebih besar dari ukuran tubuhnya sendiri.
5. Hidup di Tekanan Ekstrem – Anglerfish dapat bertahan hidup dalam tekanan laut yang lebih dari 100 kali lipat tekanan atmosfer di permukaan bumi.
6. Tidak Perlu Berenang Terus-menerus – Berbeda dengan ikan lainnya, anglerfish dapat menghemat energi dengan tetap diam dan menunggu mangsa datang.
7. Bakteri Bioluminesen yang Unik – Cahaya pada illicium anglerfish dihasilkan oleh bakteri yang hidup secara simbiosis di dalam tubuhnya.
Klasifikasi dan Habitat Anglerfish
Anglerfish termasuk dalam ordo Lophiiformes dan terdiri dari lebih dari 200 spesies.
Mereka umumnya hidup di perairan laut dalam, terutama di kedalaman 200 hingga 2.000 meter di zona bathypelagic, di mana cahaya matahari hampir tidak dapat menembus.
Karena itu, anglerfish mengembangkan berbagai adaptasi unik untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.
Baca Juga: Warga Depok Desak Outlet Miras Ditutup, Serahkan Surat Keberatan ke Polsek dan Koramil Gamping
Ciri Khas dan Anatomi
Salah satu karakteristik paling mencolok dari anglerfish adalah organ pemancing (illicium) yang terletak di atas kepalanya.
Organ ini sebenarnya adalah modifikasi dari sirip punggung pertama mereka yang bercahaya karena mengandung bakteri bioluminesen.
Dengan cahaya ini, anglerfish menarik perhatian mangsanya di lingkungan gelap gulita.
Meskipun sering digambarkan sebagai monster laut yang besar dan mengerikan, faktanya sebagian besar anglerfish betina hanya memiliki ukuran sekitar 8 hingga 20 cm.
Anglerfish betina dapat tumbuh sepuluh kali lebih besar dari pejantan dan ukuran rata-rata dewasa bisa mencapai 16 cm, beberapa spesies mungkin tumbuh sampai 0,9-1,2 meter.
Ukuran tubuhnya yang kecil inilah yang mengejutkan banyak orang ketika anglerfish muncul di permukaan baru-baru ini.
Kemunculannya di permukaan laut baru-baru ini semakin menambah rasa ingin tahu manusia terhadap kehidupan di kedalaman samudra.
Meskipun ukurannya lebih kecil dari yang dibayangkan, anglerfish tetap menjadi salah satu predator paling efisien di habitatnya, dengan strategi berburu yang luar biasa dan sistem reproduksi yang unik.
Fenomena ini mengingatkan kita betapa luas dan misteriusnya dunia bawah laut yang masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva